Nasehat Untuk Tidak Berdebat Dengan Ahli Bid’ah

 

no-debate-300x227Bagaimana jika kita menyudahi semua perdebatan dengan syiah rafidhah dan sufi ghulat? Sejauh pengalaman saya, mereka adalah orang-orang yang keras hatinya, bodoh lagi sombong! Kita mengharamkan dusta, khianat ilmiah, mencela, mencaci maki, menyesatkan dan mengkafirkan kaum muslimin. Sedang mereka menghalalkannya, terbukti dengan status mereka yang banyak berisi caci maki terhadap dakwah salaf dan para ulamanya, foto-foto mereka-pun berisi karikatur dusta dan fitnah, yang bahkan anak SMP saja mampu untuk membuktikannya. Apakah kita mau ikut terpancing sikap mereka dengan ikut-ikutan mencela, mencaci maki ulama mereka? Membuat status yang hanya memuaskan hati dan dendam kita sementara hilang keikhlasan pada diri kita dalam berdakwah? Subhanalloh akhi.. Setiap ucapan kita akan dimintai pertanggung jawaban kelak di akherat, koreksilah dalam setiap komentar antum, ikhlaskan semua untuk Alloh, kauhkan diri dari sifat pamer ilmu, memuaskan hati dan bahkan ghibah.

Saran saya, jangan sekali-kali memberi komentar atas status mereka, biarkan saja. Kalaupun kita mau membaca, cukup dibaca dan diketahui tuduhan mereka terhadap dakwah salaf, dan tertawalah didalam hati (karena tuduhan mereka konyol..). Lebih baik buatlah status di wall FB atau blog antum, dan undang mereka untuk membacanya tanpa memberi komentar apapun atas komentar mereka, kecuali jika ada awamnya kaum muslimin yang bertanya, maka jawablah untuk menjelaskan ilmu kepada kaum muslimin.

Perdebatan itu ya akhi… Sangat dibenci para ulama..! Kita tahu bahwa perdebatan kita dengan mereka adalah debat kusir..! Dan bukan debat dalam rangka mencari al-haq. Jika memang debatnya adalah untuk rujuk kepada al-haq, maka kitalah yang digarda depan untuk itu. Tetapi jauh…jauh sekali dari rujuk ilal haq.

Jika saja mau, maka cukuplah asatidz kita mendebat mereka para syiah rafidhah dan sufi ghulat, dan sejauh pengetahuan saya, mereka tidak akan mampu mengalahkan hujjah asatidz kita..! Insyaalloh saya akan bahas kelicikan mereka dalam berdebat dan menguak dusta mereka lain kali semampu saya.

Tinggalkanlah perdebatan itu, dan gunakan waktu antum semua untuk hal-hal yang lebih bermanfaat lainnya; ngaji (walau didepan internet), bekerja (walau didepan internet), berdakwah (lagi-lagi walau didepan internet), atau yang lainnya. Insyaallah akan lebih mendatangkan manfaat bagi kita.

Semoga Alloh memberikan karunia-Nya kepada kita, shalawat dan salam atas Nabi shallallohu’alahiwasallam, kepada keluarga, sahabatnya, dan pengikutnya..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Please support the site
By clicking any of these buttons you help our site to get better