Komandan Batalyon Jogjakarta Kembali Diuji

“Selamat siang Komandan! Izin melaporkan, tahanan melarikan diri. Saat ini seluruh jajaran perwira maupun Komandan Kompi menunggu petunjuk…”

Komandan Batalyon Infanteri (Danyonif) Letkol Inf Renal Aprido Sinaga sontak tegang, jantung berdegub keras. Namun itu semua dikendalikan karena ia baru saja mengikuti upacara rutin tanggal 17 di Lapangan Apel Kivkavser 2/BS Demak Ijo. Apalagi saat itu posisi Letkol Renal persis disebelah Danrem 072 Pamungkas Brigjen TNI Adi Wijaya. Danrem berjalan ke mobil hendak kembali ke Makorem, usai bertindak sebagai Inspektur  Upacara. Didera resah, Letkol Renal ingin segera ke markas hendak mengecek peristiwa prajurit tahanan yang kabur, baru setelah itu melapor kepada Danrem.

Dalam perjalanan, hpnya kembali berdering disusul laporan kedua dari satuan unit Intel YONIF 403 yang juga membuatnya terkesiap, jantung semakin berdetak keras.

“Izin melaporkan kembali Komandan! Saat ini kami juga baru saja mengamankan prajurit perwira Kowad yang tertangkap basah berselingkuh dengan perwira seksi logistic Kapten Joko di asrama. Kedua prajurit beserta istri Pasilog sedang kami mintai keterangan, petunjuk lanjut Komandan.” Lapor Serka Deni, anggota intel.

Emosi Letkol Renal benar-benar memuncak. Pertanggungjawaban, resiko sekaligus sanksi berat dari atasan terpampang jelas dipelupuk matanya. Ia merasa tak mampu membina satuan dengan baik.

“Petir..petir.. .! Garuda…!” Teriak Letkol Renal melalui HT ketika memasuki kesatrian. Diam, sepi tak ada jawaban.

Letkol Renal langsung turun dari mobil dan menghampiri prajurit penjaga pintu gerbang. Kali ini kesabarannya kembali diuji, dua prajuritnya justru mengacuhkan kehadirannya.

“Prajurit..!” Teriak Danyon.

Keduanya baru tersadar dan berdiri tegap. Danyon menanyakan bagaimana tugasnya sehingga ada tahanan bisa kabur. Namun, kedua prajurit menjawab tidak mengerti. Letkol Renal segera memasuki ruang lobi, dijumpai seorang prajurit Kowad berpangkat perwira tengah menangis, sementara didepannya Kapten Joko tengah menenangkan istrinya yang memarah-marahi Sang Kowad.

Ditengah kemarahan yang sedang memuncak dan hendak bersikap lebih tegas kepada anggotanya, tiba-tiba terdengar suara rentetan tembakan dari arah taman. Belum hilang kagetnya, disusul 3 prajurit tamtama meluncur dari atas atap sembari membentangkan spanduk, “Happy  Birthday ke-40 Komandan!”. Dari arah ruang kerjanya, dua ajudannya mengguyur Danyon dengan air  dan seorang ajudan membawa kue ulang tahun. Spontan Letkol Renal lemas, matanya berair.

Ia baru sadar bahwa ternyata ia sedang dikerjai perwira staf sebagai peringatan ulang tahunnya. Hilang kekalutannya, hilang pula amarahnya, berganti dengan perasaan haru yang teramat sangat. “Terimakasih.. terimakasih! Skenario kalian memang gila…! Untung saya belum lapor Danrem…” Kata Letkol Renal sambil menyalami dan memeluk perwira staf satu demi satu.

Koran Merapi, edisi 18 April 2013

One Response to Komandan Batalyon Jogjakarta Kembali Diuji
  1. ABDUL WAHID says:

    selamt bulang tahunnnn
    heee
    berjuang terus para pejuang
    jaga kami

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Please support the site
By clicking any of these buttons you help our site to get better