Kawan.. Hati-Hati Bercanda

bercandaJangan sekalipun terbersit dalam benak kita untuk bercanda atau bergurau tentang sunnah nabi, bahkan mengolok-olok, melecehkan, dan menghina syariat Islam. Kalaulah Anda tidak tahu hukumnya, maka diam itu jauh lebih baik. Jangan hanya karena bercanda dengan teman-teman, supaya suasana cair, supaya diterima, agar tidak dianggap Islamnya kaku dan keras, lantas muncul candaan yang mengolok-olok syariat Islam itu sendiri.

Brother and sister..

Hukuman orang ini, yakni yang bercanda dan mengolok-olok syariat Islam sangat berat, bahkan jika dia meyakini kebolehannya, maka dikhawatirkan dia akan jadi kafir dan keluar dari Islam, na’udzubillah..

Alloh ta’ala telah memperingatkan hal ini dalam firmannya;

وَلَئِن سَأَلْتَهُمْ لَيَقُولُنَّ إِنَّمَا كُنَّا نَخُوضُ وَنَلْعَبُ ۚ قُلْ أَبِاللَّهِ وَآيَاتِهِ وَرَسُولِهِ كُنتُمْ تَسْتَهْزِئُونَ لَا تَعْتَذِرُوا قَدْ كَفَرْتُم بَعْدَ إِيمَانِكُمْ

Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentu mereka akan menjawab: “Sesungguhnya kami hanya bersenda gurau dan bermain-main saja”. Katakanlah: “Apakah dengan Allah, ayat-ayatNya dan RasulNya kamu selalu berolok-olok?” Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman… [At Taubah : 65-66].

Asal mula turunnya ayat diatas adalah kisah berikut ;

Diriwayatkan dari lbnu Umar, Muhammad bin Ka’ab, Zaid bin Aslam dan Qatadah secara ringkas. Ketika dalam peristiwa perang Tabuk ada orang-orang yang berkata “Belum pernah kami melihat seperti para ahli baca Al Qur`an ini, orang yang lebih buncit perutnya, lebih dusta lisannya dan lebih pengecut dalam peperangan”. Maksudnya, menunjuk kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat yang ahli baca Al Qur`an. Maka berkatalah Auf bin Malik kepadanya: “Omong kosong yang kamu katakan. Bahkan kamu adalah munafik. Niscaya akan aku beritahukan kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam ”. Lalu pergilah Auf kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk memberitahukan hal tersebut kepada Beliau. Tetapi sebelum ia sampai, telah turun wahyu Allah kepada Beliau. Ketika orang itu datang kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, Beliau telah beranjak dari tempatnya dan menaiki untanya. Maka berkatalah dia kepada Rasulullah: “Ya Rasulullah! Sebenarnya kami hanya bersenda-garau dan mengobrol sebagaimana obrolan orang-orang yang bepergian jauh untuk pengisi waktu saja dalam perjalanan kami”. Ibnu Umar berkata,”Sepertinya aku melihat dia berpegangan pada sabuk pelana unta Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam , sedangkan kedua kakinya tersandung-sandung batu sambil berkata: “Sebenarnya kami hanya bersenda-gurau dan bermain-main saja”. Lalu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepadanya: “Apakah terhadap Allah, ayat-ayatNya dan RasulNya kamu selalu berolok-olok?”

Yang termasuk candaan yang menjerumuskan kepada kekafiran antara lain ;

  • Jenggot, dengan latah mengatakan bahwa seorang muslim yang memanjangkan jengot seperti kambing atau yang lainnya.
  • Celana diatas mata kaki (cingkrang), dengan mengatakan, banjir atau yang lainnya.
  • Seorang muslimah yang bercadar, dengan menjulukinya ninja atau yang lainnya.
  • Terlebih menjuluki mereka semua itu dengan gelaran “teroris”
  • Atau candaan lain dari syiar agama Islam.

Ini semua candaan yang sangat berbahaya, terlebih jika disertai niat mengolok-olok syariat Islam, maka itu masuk salah satu pembatal keislaman seseorang yang mengeluarkan pelakunya dari Islam, bukankah ini sangat mengerikan?

Masih banyak candaan lain yang lebih bermutu yang akan lebih menampakkan kewibaan dan kecerdasan kita sebagai seorang muslim, dan tidak harus dengan merendahkan ajaran Islam. Jauhkan pikiran Anda dari kebiasaan merendahkan ajaran Islam, kalaulah Anda belum bisa mengamalkan, maka berdoalah agar dimudahkan Alloh untuk bisa mengamalkannya suatu saat. Barang siapa yang didalam hatinya terbersit pikiran untuk mengeluarkan candaan seperti ini, mengolok-olok syariat, kemudian dia teringat larangannya, dan dia mengurungkan niatnya dan berdoa agar diberi hidayah agar bisa memperbaiki dirinya dan bisa mengamalkannya, maka semoga Alloh mengabulkan doanya dan memperbaiki dirinya. Dan barang siapa yang pada saat-saat seperti itu masih berkeras dengan mengolok-olok syariat, maka dikhawatirkan dia akan terjerumus dalam kesesatan, dan Alloh palingkan dia dari Islam, maka yang demikian tiada temannya selain syetan, na’udzubillah min syarridzalik..

One Response to Kawan.. Hati-Hati Bercanda
  1. YULI says:

    Yh begitlah kadang becandaan kita melukai hati teman kita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Please support the site
By clicking any of these buttons you help our site to get better