Mengapa Harus PKS..?

uploads--1--2013--04--28422-pks-ok-sore-ini-serahkan-daftar-caleg-ke-kpu-jatimSebulan terakhir ini, PKS menjadi headine pada media-media, baik cetak maupun online. Awalnya saya tidak tertarik membahasnya, tetapi jujur saya akui, mungkin saya terpengaruh dengan media yang ada, sehingga berita tentang PKS yang tadinya kurang menarik tetapi ternyata saat ini menjadi sesuatu yang mungkin menarik untuk didiskusikan.

Sejauh yang saya ketahui, beberapa tahun belakangan ini, PKS adalah salah satu partai yang terseret beberapa kasus, baik kasus internal seperti berubahnya ideologi PKS menjadi partai terbuka, kasus Yusuf Supendi, dan kasus eksternal seperti kasus-kasus korupsi, pencucian uang dan lain-lain. Dengan itu semua, maka kuat diduga simpati masyarakat terhadap PKS menurun, hanya saja tidak diketahui secara pasti berapa penurunan suara PKS pada pemilu 2014 nanti. Kita juga tahu bahwa banyak kader dan simpatisan yang secara terang-terangan mengundurkan diri dari partai ini, yang sebelumnya sudah didahului oleh para asatidz tarbiyah baik ditingkat pusat maupun daerah. Mereka yang “resign” dengan terang-terangan mengatakan kekecewaan kepada PKS, hal itu bisa kita liat pada beberapa artikel dan tulisan diblog yang mereka buat.

Setelah bertubi-tubinya musibah yang menimpa PKS, muncul survey dari beberapa lembaga survey yang menempatkan Golkar sebagai jawara pada pemilu 2014, disusul PDIP dan PD. Pas saya lihat, ternyata PKS berada dibarisan belakang dari partai lain, walau tidak sebagai juru kunci. Tetapi dengan ini, sudah cukup sebagai indikasi bahwa PKS “berhasil dimainkan” oleh pihak yang memang menginginkannya. Terlepas memang begitulah keadaannya, artinya, sebagaimana seorang pejabat PKS mengatakan bahwa PKS bukanlah partai malaikat, dan inilah hasilnya. Didalam politik, resiko apapun harus siap ditanggung, bahkan resiko terburuk..! kalau tidak mau menanggung resiko, jangan berpolitik, atau jadilah politikus yang bersih 100%. Jangan katakan 99%, karena lawan politik akan mencari kesalahan yang 1% untuk menjatuhkannya. Inilah resiko politik kita.

Yang jadi pertanyaan, mengapa harus PKS?

Bukankah partai lain banyak, bahkan partai yang lebih besar juga banyak? Apakah tidak cukup kasus-kasus internal PKS menjadikan partai ini terjun bebas dalam perolehan suaranya. Bukankah PKS adalah partai kader, yang jika seorang murobbi (pemandu) menyatakan A, maka mad’u (yang dipandu) akan mengikutinya. Artinya jika seorang murobbi keluar dari PKS, maka ratusan bahkan ribuan pengikutnya akan mengikutinya juga? Dengan ini saja sudah menjadikan PKS kehilangan banyak suara?

Saya menyangsikan jika ada yang berpendapat, “karena PKS adalah partai masa depan yang berpotensi memenangkan pemilu 2014”. Saya berpendapat, kesalahan terbesar PKS adalah ketika mendeklarasikan dirinya dengan partai terbuka, yang artinya sama dengan partai-partai lain, bukan lagi sebagai partai kader, yang besar dari para kader yang dibina melalui halaqoh-halaqoh kajian, sehingga militansinya teruji. Saya khawatir, para kader PKS adalah orang-orang muda didunia politik yang mudah “dikerjai” oleh lawan-lawannya, dan yang lebih mengkhawatirkan lagi adalah sikap para kader dan simpatisan yang bersikap reaktif dan berlebihan (ghuluw) dalam pembelaan atas kasus-kasus yang melibatkan partai dan pimpinannya.

Dengan ini semua, saya mengajukan dua teorema ;

  1. Bisa jadi ini semua adalah ulah lawan politik PKS yang ingin menghancurkan PKS. Jika ini benar, maka PKS telah terpancing dan usaha menghancurkan PKS oleh lawan politiknya berhasil.
  2. Bisa jadi juga, memang demikianlah keadaan PKS, ada kasus internal yang pelik dan rumit antara Yusuf Supendi dengan HA, LHI dan AM. Dan juga kasus-kasus “memalukan” lain di PKS.

Sayangnya, satu diantara dua teorema itu sama-sama menyakitkan untuk PKS. Sudah saatnya PKS berbenah ;

  • Singkirkan kader yang tidak loyal terhadap syariat,
  • Singkirkan kader yang hanya mementingkan urusan dunia,
  • Singkirkan kader yang hidup bermewah-mewah,
  • Singkirkan kader yang tidak mengutamakan kepentingan ummat,
  • Singkirkan kader yang lemah dalam amanah,
  • Singkirkan kader yang bermalas-malas dalam ibadah,
  • Singkirkan kader yang bermalas-malas dalam bekerja,
  • Singkirkan kader yang sombong, angkuh dan pongah,
  • Singkirkan kader yang banyak berbohong dan berdusta,

Allohu’alam..

Jika menyukai artikel ini, like and share ya..?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Please support the site
By clicking any of these buttons you help our site to get better