Dakwah Facebook vs Dakwah Sesungguhnya

DakwahDalam dunia dakwah islam, facebook hanyalah salah satu media atau sarana dalam berdakwah. Objek dakwah facebook terbatas hanya pada pertemanan yang sempat membaca status kita, sehingga teman kita yang tidak sempat membaca status kitapun tidak bisa mengetahui apa yang kita dakwahkan di facebook.

Dakwah melalui facebook relatif lebih mudah dilihat dari beberapa sisi;

  1. Pendakwah tidak dituntut sikap “tauladan”, karena dakwah lewat facebook hanya berupa status yang bersifat nasehat. Tidak jarang pula nasehat yang kita kutipmengambil dari sumber atau berita lain (copy paste=copas)
  2. Tidak membutuhkan figure personal yang bagus. Dakwah di internet yang berupa blog, facebook, twitter, dan lain-lain tidak memerlukan bertatap muka langsung dengan mad’u (objek dakwah), tidak memerlukan senyuman, sikap ramah, rendah hati, raut muka yang berseri-seri dan sikap-sikap yang lain yang diperlukan seorang juru dakwah agar masyarakat menerima kebaikan akhlak seorang dai tersebut yang dengannya diharapkan masyarakat bisa menerima dakwahnya.

Padahal…. Ada lahan dakwah yang lebih riil dikerjakan, misalnya;

  • dakwah kepada istri dan anak-anak kita,
  • dakwah kepada saudara-saudara dan famili kita,
  • dakwah kepada tetangga dekat kita,
  • dakwah kepada masyarakat dilingkungan kita tinggal,
  • dakwah dengan teman kerja, teman main, teman sekolah, kolega, partner,
  • dan dakwah dengan masyarakat umumnya..

Dakwah ini sangat membutuhkan keteladanan seseorang, dan tidak bisa hanya memberikan nasehat, status dan artikel-artikel keagamaan. Yang terbaik sesungguhnya adalah dakwah kita secara langsung dengan orang-orang dekat kita dan masyarakat, dengan sikap dan tauladan. Setelah itu terpatri dalam diri, maka refleksikan dalam bentuk status facebook. Dan bukan hanya baik dalam status facebook, tetapi sejatinya malas dalam berdakwah secara langsung, malas dalam sekedar menasehati saudara dan temannya.

Yang lebih mengenaskan lagi ketika seseorang berusaha baik dalam status-statusnya atau artikel-artikel blognya, namun pada kenyataannya masih jauh dari apa yang dia tuliskan. Bisa jadi status dan artikel yang dia tulis hanyalah copy paste dari artikel lain yang dirasa bagus. Kita berlindung kepada Alloh dari hal semacam ini, karena dikhawatirkan terkena ancaman Alloh seperti dalam ayat ;

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لِمَ تَقُولُونَ مَا لا تَفْعَلُونَ . كَبُرَ مَقْتًا عِنْدَ اللَّهِ أَنْ تَقُولُوا مَا لا تَفْعَلُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman, kenapa kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.” (QS. As-Shaff: 2-3)

Semogakita dijauhkan dari sefat buruk tersebut.

Semoga bermanfaat, jika menyukai artikel ini, like and share..

2 Responses to Dakwah Facebook vs Dakwah Sesungguhnya
  1. Eye says:

    Weh…bloge mas Wawan to….kereeeeennnn

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Please support the site
By clicking any of these buttons you help our site to get better