Siapa Saja Bisa Menjadi Perantara Hidayah, Termasuk Anda

Bakda dzuhur tadi, saya bertemu dengan seorang teman yang dulu ahli maksiat. Maksiat itu dia kerjakan sejak masa SMA hingga berhenti sekitar 5tahun lalu. Tetapi saat berhenti dari maksiatnya, dia belum mendapat hidayah untuk menjadi seorang muslim yang baik, taat dan istiqomah.

Hari-harinya dihabiskan untuk bekerja dan bermain (tetapi tidak bermaksiat lagi), selama waktu itu, hidupnya merasa hampa dan hambar. Kebetulan dia juga satu sepermainan dengan saya dan beberapa teman.

Suatu ketika, seorang teman -orangnya bukan ustadz, bukan pula seorang alim atau orang yang concern dengan dakwah- mengajaknya si mantan pelaku maksiat tadi untuk sholat ke masjid, tetapi ditolak. Kemudian dia ngasih tahu pentingnya sholat bagi seorang muslim. Bahwa seorang muslim sangatlah butuh kepada sholat, dan tidak boleh sholat itu disepelekan, bla…bla…bla…

Nasehat teman itu sudah setahun yang lalu…
Tetapi Alloh menurunkan hidayah kepada si mantan pelaku maksiat ini satu bulan yang lalu. Dia minta tolong untuk diajari tata cara sholat, minta tolong juga diprintkan bacaan-bacaan dan doa-doa seputar sholat. Hingga jadilah ia seperti apa yang saya lihat tadi..
Tidaklah dia saat ini mendengar adzan, kecuali ia hentikan semua aktifitas dan bersegera kemasjid, bahkan ia jadi muadzin-nya, Allohuakbar..

Siapakah perantara hidayah orang ini? Seorang teman yang biasa saja! Tetapi dia sudah mendapat “onta merah” yakni kendaraan terbaik sebagaimana sabda nabi shallallohu’alaihi wasallam karena ajakan sholat kepada si mantan pelaku maksiat.

Adakah saran dari teman-teman semua, buku apa yang sebaiknya dia baca sebagai pedoman seorang muslim ketika sedang ghirah dan semangat dalam ibadahnya?

Semoga kita juga bisa mendapat “onta merah” karenanya..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Please support the site
By clicking any of these buttons you help our site to get better