Selingkuh Itu Indah?

Penulis mengetahui istilah ‘selingkuh’ pada sekitar tahun 2009, sebelumnya tidak tahu apa arti sesungguhnya dari kata ini. Ketika orang semakin heboh membicarakannya, maka saya mencoba mencari tahu tentang arti dan makna kata ini. Sebab sejauh pengetahuan saya, dulu tidak ada istilah ini, alias istilah ini baru muncul belakangan hari. Mengacu pada Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata selingkuh memiliki banyak arti dan makna. Terlebih jika melihat hasil penelitian para pakar psikologi, batasan selingkuh sangat beragam. Dalam tulisan ini, saya memberikan batasan kata selingkuh mengacu pada apa yang masyarakat kita pahami dari kata ini, yakni;

“Seorang suami atau istri yang melakukan hubungan dengan lawan jenis dari masing-masing pasangan diluar sepengetahuan pasangannya yang berlanjut kepada hubungan baik fisik maupun emosi. Hubungan tersebut bersifat curang, sembunyi-sembunyi, mengkhianati pasangannya, atau serong”

Istilah selingkuh yang biasa muncul pada pemberitaan biasanya berakhir pada hubungan badan (perzinahan), dan karena inilah banyak pelaku perselingkuhan tertangkap dan diadili.

Dampak Perselingkuhan Terhadap Keluarga Dan Masyarakat

Istilah selingkuh ini terlihat lebih halus jika dibanding perzinahan walaupun hakekatnya sama dan bahkan lebih mengerikan lagi dilihat dari sisi dampaknya bagi keluarga dan masyarakat, diantaranya;

  • Selingkuh merusak hubungan keluarga, suami, istri dan anak-anak serta merusak tatanan sosial masyarakat.
  • Banyak kasus perselingkuhan berakhir pada perceraian.
  • Perselingkuhan menyebabkan pelakunya stress, depresi, tidak fokus pada pekerjaan, sering berbohong kepada pasangan, dan biasanya sikapnya jadi berubah.
  • Perselingkuhan melibatkan perasaan dari masing-masing pihak, berbeda dengan kasus pelacuran yang cenderung melihatkan fisik tanpa ada perasaan dari keduanya.
  • Perselingkuhan biasanya mengganggu aktifitas seseorang, baik aktifitas pekerjaan, bisnis, keuangan dan lain-lain.
  • Selingkuh mempertaruhkan kredibilitas seseorang. Seorang yang ketahuan selingkuh, maka masyarakat akan mencibirnya, dan inilah sanksi sosial yang harus ditanggungnya.
  • Selingkuh berdampak pada karier bisnis atau kerja seseorang, sehingga banyak kita dapati pengusaha yang bangkrut gara-gara konsekuensi dari tuntutan perbuatan selingkuhnya, atau karyawan yang dipecat gara-gara ketahuan selingkuh
  • Dan selingkuh yang berlanjut kepada perzinahan merupakan jalan terburuk dan merupakan perbuatan yang menjijikan (fakhsya’) serta salah satu dosa besar yang membinasakan pelakunya.

Lebih parah lagi yang terjadi dimasyarakat saat ini adalah bahwa pelaku perselingkuhan bukan hanya pihak suami sebagai penanggung jawab rumah tangga, tetapi istri-pun sudah ikut-ikutan melakukannya. Sehingga lengkap sudah kerusakan sosial yang terjadi pada masyarakat kita.

Bagaimana Mencegah Dan Mengatasi Perselingkuhan?

Saya tinggal di Yogyakarta, kota yang konon berpredikat ‘kota pelajar’ karena memiliki perguruan tinggi terbanyak di Indonesia, sehingga kampus bertebaran di banyak tempat di kota ini. Masyarakat paham bahwa kota Jogja ini adem ayem, sejuk, dan orang-orangnya-pun ramah. Bagi saya, perzinahan yang dibalut dengan kata ‘selingkuh’ ini terdengar agak asing, karena saya pribadi jarang menjumpai kasus-kasus ini di tempat saya tinggal. Tetapi seorang teman di Jakarta pernah mengatakan kepada saya bahwa di Jakarta yang metropolitan itu, selingkuh sudah menjadi hal yang wajar. Seorang dokter sexology yang terkenal pernah mengeluarkan data bahwa 4 dari 5 suami melakukan perselingkuhan. Kasus paling banyak biasanya menimpa pada seseorang yang bekerja kantoran.

Sedikit tips mencegah dan mengatasi perselingkuhan;

  • Senantiasa mendekatkan diri kepada Allah, memperbanyak ibadah agar hati menjadi tenang.
  • Memperbanyak berdoa kepada Allah agar dihindarkan dari dosa ini, berdoa dengan sungguh-sungguh.
  • Menyibukkan diri pada kegiatan atau hal-hal yang bersifat positif, seperti; kelompok pengajian, forum ilmiah, komunitas bisnis, klub olah raga dan lain-lain.
  • Mencari teman yang baik dan bergaul dengan mereka, yang senantiasa berkata dan berperilaku baik, saling memberikan nasehat, dan mengingatkan akan kebaikan.
  • Sebagai konsekuensi poin diatas, maka selanjutnya meninggalkan teman-teman yang buruk yang mengajak kepada keburukan, dosa, terlebih dosa bermudah-mudah dan meremehkan perselingkuhan.
  • Tutup semua jalan menuju perselingkuhan, seperti;
  • Pornografi, termasuk didalamnya semua tayangan televisi, majalah, dan koran yang banyak mengumbar aurat,
  • Ikhtilat (bercampur baur dengan wanita yang bukan mahram),
  • Menjaga sikap dan jarak dengan teman wanita, dan tidak bermudah-mudahan dalam berkomunikasi dengan wanita lain baik didunia nyata maupun didunia maya,
  • Tumbuhkan sikap keterbukaan dengan pasangan, jangan ada saling menutupi.
  • Bagi para istri, doakan suami Anda setiap ia keluar dari rumah agar Allah melindunginya dari godaan dunia, khususnya wanita.
  • Bagi para suami yang khawatir terjerumus kedalam dosa perselingkuhan dan mampu secara ekonomi dan mental, maka poligami merupakan jalan terbaik. Binalah rumah tangga Anda semua dengan sebaik-baiknya.
  • Terakhir, senantiasa bertawakal kepada Allah jalla wa a’la. Bergantunglah selalu kepada Allah, serahkan sepenuhnya amal, doa dan ikhtiar kita kepada-Nya.

Semoga Allah senantiasa menjaga dan melindungi kita semua dari dosa ini..

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Please support the site
By clicking any of these buttons you help our site to get better