Kelebihan Pilkada Langsung

Pemilihan kepala daerah baik langsung maupun tidak langsung (melalui perwakilan DPR atau DPRD) memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Secara pribadi saya lebih memilih yang kedua, dengan melihat beberapa hal sebagai berikut;

  1. Biaya pilkada yang jauh lebih murah, baik biaya yang dikeluarkan oleh penyelenggara dalam hal ini pemerintah, maupun peserta pilkada, balon gubernur ataupun bupati walikota.
  2. Menekan peluang korupsi. Katakanlah baik pilkada langsung maupun oleh dewan sama-sama terjadi korupsi, jika pilkada oleh dewan, maka korupsi (sogokan) hanya oleh dewan dan tidak melibatkan seluruh rakyat. Untuk mencegahnya-pun relatif lebih mudah, mungkin dengan melibatkan KPK, PPATK atau institusi terkait lain.
  3. Menekan konflik horisontal antar warga. Pilkada langsung sangat rentan terjadi konflik antar pendukung, terlebih oleh pendukung yang kalah. Sudah banyak data dan kejadian di lapangan yang memperkuat thesis ini.
  4. Menekan pemborosan uang dan waktu secara sia-sia ketika kampanye, dimana dibuat spanduk, banner, poster, stiker, bendera, umbul-umbul yang setelah selesai kampanya tidak lagi terpakai. Waktu yang dipakai sia-sia baik oleh balon dan oleh rakyat hanya sekedar mencari dukungan dan simpati warga.
  5. Menekan komentar bombastis dan kontroversial dari para pengamat politik yang tidak jarang menimbulkan konflik dan perpecahan di tengah masyarakat.
  6. Menutup bisnis konsultan politik dan lembaga survey.Kedua entitas bisnis tersebut menolak keras pilkada
  7. Mengembalikan hakekat sila ke-4 dari Pancasila dimana keputusan diambil dalam “permusyawaratan perwakilan”
  8. Pemimpin dipilih dan dikader oleh partai politik, sehingga menekan munculnya politikus dan pemimpin kutu loncat yang hanya mengandalkan ketenaran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Please support the site
By clicking any of these buttons you help our site to get better