Catatan Dari Tulisan di Sang Pencerah

Saya mendapati tulisan yang dimuat di situs sang pencerah disini. Awalnya tidak tertarik untuk menyanggahnya, namun karena ada sedikit banyak kalimat yang saya kurang sreg, terlebih dimuat disitus bebas yang bisa dibaca siapa saja, maka berikut komentar saya atas tulisan ini;

  1. Sang penulis tidak memahami makna ‘salafi’ secara benar. Ia seakan-akan menganggap salafi sama seperti Muhammadiyah yang seseorang bisa dibilang ‘masuk’ atau ‘keluar’ padanya. Anggapannya ini keliru, karena salafi bukanlah organisasi yang memiliki ketua umum, susunan pengurus, AD/ART, keanggotaan dan organisme organisasi lainnya. Sedang salafi hanyalah sebuah penisbatan kepada manhaj salaf (orang-orang shaleh dahulu), tidak ada ketua umumnya, AD/ART dan lain-lainnya.
  2. Sepertinya, ia ‘masuk’ salafi bukan karena ikhlas semata karena Allah. Bisa jadi karena ewuh pekewuh dengan kakak kos nya, atau atas dasar merasa nyaman dan tidak nyaman dengan jenggot dan celana menggantung.
  3. Dan, kisah ini bersifat subjektif sekali sesuai apa yang dialami sang penulis. Itu sah-sah saja, karena disana lebih banyak orang-orang yang memiliki kisah dan pengalaman yang sebaliknya, termasuk saya -walhamdulillah- Namun, pada saat bergejolaknya hati atas bingungnya jiwa dan hati ini atas banyaknya kelompok dan pendapat dalam islam, saya berdoa kepada Allah agar diberi hidaya atas jalan yang lurus -apapun jalan itu- Saya senantiasa memohon kepada Allah agar mencondongkan hati ini kepada ketaatan, kepada jalannya orang-orang sholeh -apapun itu- Dan sampai saat ini Allah menetapkan hati ini diatas manhaj salaf -insyaallah- dan semoga dengannya bisa mengantarkan jiwa ini menuju jannah-Nya.
  4. Tulisan saya tidak bertujuan membenturkan satu kelompok dengan kelompok lain, tidak pula bertujuan membandingkan satu kelompok dengan kelompok lain. Muhammadiyah adalah organisasi masa islam terbesar di Indonesia yang telah berdiri sejak lebih dari 1 abad yang lalu. Muhammadiyah telah memberikan sumbangsih yang tidak terhitung untuk negeri ini umumnya dan kaum muslimin khususnya. Muhammadiyah telah berhasil mendirikan puluhan bahkan ratusan universitas, rumah sakit, panti asuhan, sekolah dari tingkat TK-SMA (dan saya termasuk yang pernah mengenyam pendidikan di SMP Muhammadiyah dulu).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Please support the site
By clicking any of these buttons you help our site to get better