Antara NU, Asy’ariyah Dan AswaJIL

NU adalah organisasi keagamaan dan sosial berbasis islam tradisional yang berjalan diatas dua asas pokok yakni; Qanun Asasi & I’tiqad ahlussunnah waljamaah oleh Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari yang kemudian diejawantahkan dalam istilah Khittah NU.

Asy’ariyah adalah kelompok dalam islam yang mengambil pemahaman aqidah menurut Imam Abul Hasan Al-Asy’ari.

Walau bermadzhab syafi’i, namun dalam hal aqidah, NU termasuk asy’ariyah. Baik asy’ariyah maupun NU masuk dalam kelompok ahlussunnah waljamaah atau disingkat aswaja.

Nah, belakangan ini muncul suatu pemahaman dari dalam tubuh NU yang mengklaim sebagai aswaja, bahkan tidak tanggung-tanggung ia mengaku sebagai pendekar aswaja. Masalah muncul ketika NU dan asy’ariyah sebagai induk semangnya berlepas diri dan tidak mengakui pemahaman ini. Kelompok ini saya menyebutnya AswaJIL, yakni kelompok aswaja yang berpemahaman islam liberal yang sangat permisif dalam hukum-hukum syariat. Termasuk didalam kelompok ini adalah Gusdurian, yakni sekelompok anak muda lintas pemahaman yang mengaku menjadi pembela dan penerus pemikiran Gus Dur.

AswaJIL ini banyak didominasi orang-orang NU, padahal banyak sekali Khittah NU yang dilanggarnya, walau ada juga yang dari Muhammadiyah. AswaJIL biasa bergaul dan bekerjasama dengan kelompok non islam dan syiah yang memusuhi islam. AswaJIL ini pula yang ucapan tokoh-tokohnya banyak menyakiti hati umat islam.

Beberapa jasa aswaJIL antara lain;

  1. Menaikkan dan memperkuat posisi orang-orang kafir dan syiah dalam pemerintahan
  2. Memberi masukan ke pemerintah agar membatasi dan mengawasi gerak langkah kelompok islam yang tidak sepaham dengannya, padahal kelompok islam tersebut adalah mayoritas
  3. Memunculkan istilah islam radikal untuk kaum muslimin yang berusaha menjalankan syariatnya dengan benar
  4. Memunculkan istilah islam toleran sebagai antitesa dan jawaban atas islam radikal
  5. Termasuk dengan memunculkan istilah islam nusantara
  6. Menyuarakan toleransi yang kebablasan, membolehkan ucapan selamat natal bagi seorang muslim, dan lain-lain banyak sekali

Kelompok aswaJIL ini hakekatnya gerah dengan perkembangan kelompok islam yang mayoritas dan semakin membumi di Indonesia, dan khawatir eksistensi mereka tergeser atau bahkan hilang.

NU mesti segera tersadar akan hal ini sebelum terlambat, terutama menjelang Muktamar NU yang akan memilih ketua umumnya. Semoga kelak NU dipimpin kyiai yang hanif, seorang aswaja yang sesungguhnya, yang menjadikan kitabullah dan sunnah nabi sebagai pegangannya, dan berani melawan pemahaman islam liberal yang sedang menggerogoti tubuh NU.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Please support the site
By clicking any of these buttons you help our site to get better