Bila Hutang Menjerat Kita

Bagi seorang muslim, hutang adalah perkara berat, karena ia menjadi penghalang hisab kita di akherat kelak, yang bahkan ia menjadi penghalang seorang syuhada perang menuju jannah. Jika kita memiliki tanggungan hutang, maka berusahalah semampu kita melunasinya sebagai kewajiban kita di dunia dan akherat. Bersungguh-sungguhlah dalam memenuhi amanah ini, singkirkan sementara ego dan keperluan pribadi kita dan dahulukanlah membayar hutang kita. Tundalah makan enak, tidur nyenyak, beli HP, gadget, motor dan tundalah jajan anak-anak kita jika itu semua menyita keuangan kita dalam membayar hutang.

Bagaimana jika setelah kita berusaha sekuat tenaga tetapi qadarullah Allah belum mampukan kita membayar hutang?

  1. Datanglah kepada yang memberi hutang, bicaralah baik-baik bahwa kita telah berbuat ini dan itu tetapi masih belum mampu membayar hutang kita juga, sampaikan bahwa kita sudah berusaha sekuat tenaga membayar hutang, tetapi kondisi keuangan kita belum memungkinkan mencicilnya/membayarnya. Jangan diam saja dan tidak ada komunikasi dengan yang kita hutangi. Ini termasuk etika seorang yang berhutang.
  2. Mintalah keringanan dalam membayar; mencicil, atau memperkecil cicilan, atau memperpanjang masa cicilan, atau menunda cicilan.
  3. Mintalah bukti surat hutang agar kita bisa membayar sewaktu-waktu, atau kapan saja saat kita sudah mampu membayarnya, atau jika kita meninggal hutang kita bisa dibayarkan oleh ahli waris kita.
  4. Dan jangan sekali-kali kabur dan lari dari tanggung jawab hutang ini. Kita mungkin selamat dari beban hutang yang satu ini, tetapi kita tidak akan pernah selamat dari tanggung jawab dihadapan Allah kelak. Dan biasanya yang begini, orang yang bersangkutan hidupnya akan ruwet dan penuh masalah. Ya, karena ia memelihara moral dan etika yang tidak baik. Sementara sang pemberi hutang rizkinya senantiasa dipermudah Allah, hidupnya pun tenang, dan ia menyimpan pahala yang besar diakherat.

Tetapi bagaimanapun juga, berusahalah menyisihkan sedikit penghasilan mencicil hutang sebagai bentuk tanggung jawab kita. Karena hutang adalah nama baik, sekali kita meremehkan membayar hutang, maka orang tidak akan percaya lagi dengan kita.

Semoga Allah mudahkan urusan kita semua. Allahu’alam..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Please support the site
By clicking any of these buttons you help our site to get better