Mana yang akan Anda pilih; Sunni atau Syiah?

Saya berusaha menyajikan dua pemahaman antara sunni dan syiah secara objektif kehadapan Anda, silakan dipilih manakah yang kira-kira paling masuk di akal Anda

1. Syiah mengambil hadist hanya dari jalur ahlul bait dan tidak mengambil hadist dari jalur sahabat, artinya; syiah tidak mengambil hadist dari seluruh hadist yang ada dikitab-kitab hadist sunni semisal; shahih bukhari, shahih, muslim, sunan abu dawud, sunan tirmidzi, sunan ibnu majah, sunan an-nasa’i, musnad imam ahmad, almuwattho’ imam malik, sunan ad-darimi. Sedang ahlussunnah mengambil hadist dari keduanya, baik dari jalur ahlul bait maupun sahabat. Jika demikian, maka secara nalar hadist yang dimiliki syiah sangat sedikit sekali karena yang lebih sering mendampingi nabi adalah para sahabatnya dibanding ahli baitnya. 

2. Syiah menghalalkan nikah mut’ah, yakni nikah kontrak hanya dengan “bayaran dan batas waktu.” Bagi yang sudah beristri/bersuami juga boleh nikah mut’ah bahkan tanpa sepengetahuan masing-masing pasangan. Untuk perawan mensyaratkan adanya wali, namun tidak demikian jika janda, ia bebas menikah mut’at tanpa sepengetahuan wali. Konsep nikah mut’ah saat ini sangat marak dan digandrungi para generasi muda yang awam dan labil karena selain bisa melampiaskan hasratnya, ia merasa tidak berdosa bahkan mendapat pahala dan keutamaan menurut pandangan syiah. Sedangkan ahlussunnah mengharamkan mutlak nikah mut’ah dan menyamakannya dengan zina. Bagi kalangan sunni, mut’ah adalah jalan yang buruk dalam rangka melampiaskan hasrat. Bagi sunni, tidak ada jalan lain kecuali menikah daim (nikah tetap seperti kebiasaan kaum muslimin lain) atau puasa. Lebih suci manakah antara sunni dan syiah?

Bahasan mengenai nikah mut’ah, silakan baca disini; http://www.alamiry.net/2015/04/kisah-dan-teori-mengagetkan-beginilah-tata-cara-syiah-membiasakan-diri-dengan-praktek-nikah-mutah.html

3. Sunni berkeyakinan bahwa hanya Nabi Muhammad shallallahu’alaihiwasallam yang maksum (terbebas dari dosa), sehingga setiap ucapan dan perbuatannya adalah benar dan dibenarkan sehingga dianggap sebagai hadist.
Sedang syiah berkeyakinan selain nabi ada orang-orang yang maksum, yakni para imam yang jumlahnya 12, dimulai dari Ali bin Abi Thalib, Hasan bin Ali, Husein bin Ali dan seterusnya hingga imam ke-12 yang sekarang masih ghaib, sembunyi di sebuah goa di sidrap Iran. Konsekuensinya, setiap yang diucapkan para imam tersebut pasti benar dan kedudukannya sama dengan hadist nabi. Bahkan bagi syiah, ucapan imam-imam mereka lebih berbobot dan lebih bermakna dibanding ucapan Nabi Muhammad shallallahu’alaihi wasallam sendiri. Saya tidak sedang berasumsi, silakan baca-baca tulisan tokoh-tokoh atau orang-orang syiah di buku-buku atau dimana saja menereka membuat tulisan. Setelah itu, silakan nilai mana diantara kedua ajaran tersebut yang lebih dekat kepada kebenaran menurut akal Anda?

Silakan baca referensi tentang ini; http://asysyariah.com/kajian-utama-syiah-dan-kemaksuman-para-imam/

4. Ahlussunnah berkeyakinan bahwa Mekah sebagai kiblat bagi kaum muslimin diseluruh dunia adalah tempat suci yang paling mulia dimuka bumi, sedang syiah berkeyakinan tempat paling suci dan paling mulia adalah Karbala, bahkan syiah berencana menjadikan karbala sebagai kiblat kaum muslimin dunia. Dengan kata lain; kiblat sunni adalah di Mekah Saudi Arabia, sedang kiblat syiah di Karbala Irak. Sudah mulai melihat titik terang?

Silakan lihat videonya disini; https://www.facebook.com/1576470985962644/videos/1693613484248393/?theater

5. Syiah hanya memulyakan ahlul bait dan tidak memulyakan sahabat-sahabat nabi, bahkan cenderung tidak menyukainya. Sebagian sahabat justru dilaknat hingga hari ini semisal Muawiyah radhiallahu’anhu.
Sedang sunni menghormati dan memulyakan mereka semua, baik ahlul bait maupun para sahabat nabi. Ahlussunnah senantiasa mendoakan kebaikan bagi mereka semua, karena mereka adalah kaum yang telah membersamai nabi dalam suka maupun duka, dan mereka dipuji langsung oleh Allah dari atas langit. Lebih masuk akal manakah diantara keduanya?

Silakan baca ini; https://muslim.or.id/187-syiah-mencela-sahabat-nabi.html

Selamat berpikir dan memilih, jangan lupa berdoa, bertawakal kepada Allah dan memasrahkan diri hanya kepada-Nya..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Please support the site
By clicking any of these buttons you help our site to get better