Mengapa Kita Mesti Meributkan Soal Syiah?

Secara umum, kelompok syiah dulu jumlahnya sangat banyak, beberapa diantaranya;

  • syiah zaidiyah
  • syiah imamiyah
  • syiah ismailiyah
  • syiah ghulat
  • dan lain-lain..

Yang paling mendekati ahlussunnah adalah syiah zaidiyah. Tidak ada perbedaan mendasar antara ahlussunnah dengan syiah zaidiyah kecuali bahwa zaidiyah berkeyakinan Ali bin Abi Thalib lebih utama dari pada Ustman bin Affan radhiallahu’anhu. Bahkan Imam Zaid sendiri mendoakan kebaikan kepada Abu Bakar dan Umar bin Khatab radhiallahu’anhuma.

Nah, yang jadi masalah adalah bahwa hari ini seluruh syiah itu sudah musnah dan hanya tersisa satu syiah, yakni syiah rafidhah atau syiah imamiyah atau syiah istna asyariyah yang memiliki marja (rujukan ulama tertinggi) di Iran saat ini yakni Ali Khamenei. Artinya, seluruh pengikut syiah saat ini dalam beragama, mereka memiliki keyakinan seperti ini dan mereka berpusat dan merujuk wali faqih di Iran. Anda bisa melihat tokoh-tokohnya pada foto sampul facebook saya. Di Indonesia, tokoh sentralnya semisal Jalaludin Rahmat, Haidar Bagir, Umar Shihab dan lain-lain.

Lalu kenapa saya selalu meributkan masalah syiah ini? Jawabnya karena syiah adalah duri dalam daging kaum muslimin, ia adalah kelompok pengkhianat sepanjang masa, peperangannya selalu ditujukan kepada islam dan kaum muslimin, kepada ahlussunnah waljamaah. Di awal keberadaannya dulu, syiah memusuhi para sahabat Nabi Muhammad shallallahu’alaihi wasallam, syiah tidak enggan mencaci, melaknat bahkan mengkafirkan para sahabat nabi.

Sejarah pengkhianatan syiah dimulai dari;

  • pertama, pembunuhan Umar bin Khatab oleh Abu Lu’luah al majusi
  • kedua, pengkhianatan Ibnu Saba’ sebagai tokoh sentral berdirinya keyakinan syiah yang menghasut kaum muslimin untuk melakukan pemberontakan kepada Khalifah Ustman bin Affan sekaligus menghasut membunuhnya
  • dan berlalu beberapa abad setelahnya pengkhianatan syiah qaramitah dengan membantai para jamaah haji di Makkah saat itu, membunuh sekitar 20.000 jamaah haji dan membuang sebagian jenazah ke dalam sumur zam-zam dan mencongkel hajar aswan dan dibawa kenegaranya
  • juga pengkhianatan Al-alqami yang masyur, dimana ia membiarkan pasukan Tar Tar menyerang Baghdad dan menyebabkan hampir 1.000.000 nyawa kaum muslimin dibantai
  • pengkhianatan Nashiruddin ath-Thusi
  • dan puluhan kisah sejarah pengkhianatan yang berujung pembantai syiah kepada ahlussunnah dari zaman ke zaman
  • Dan belum pernah tercatat pedang syiah diarahkan kepada orang-orang kafir, artinya syiah hanya berperang melawan islam dan kaum muslimin

Bahkan, jika kita membaca sejarah yang shahih, Imam Husein bin Ali bin Abi Thalib sebagai imam mereka, justru syiah sendirilah yang membunuhnya di padang karbala ketika mereka berkhianat meninggalkan beliau sendirian bersama rombongannya berperang melawan Ubaidullah bin Ziyad. Demikian juga Imam Zaid bin Ali, pengikut syiahlah yang membunuhnya gara-gara tidak mau mengutuk Abu Bakar dan Umar. Tetapi syiah mendistorsi sejarah dengan membuat cerita bahwa ahlussunnahlah (nashibi) yang membunuh beliau berdua.

Lalu apa masalahnya dengan ini semua? Baiklah, jika Anda masih belum paham juga akan bahaya syiah dan kesesatan syiah serta masih saja bertanya tentang mengapa syiah mesti diwaspadai, silakan baca-baca tentang syiah dari referensi ahlussunnah yang berusaha mengungkap fakta siapa sejatinya syiah semisal;

  • www.syiahindonesia.com
  • www.gensyiah.com
  • www.lppimakassar.com
  • www.videosyiah.com
  • www.hakekat.com

Dan jangan sekali-sekali membaca dari referensi syiah itu sendiri, karena sejarah saja sudah mereka distorsi sedemikian rupa, bagaimana lagi keyakinan mereka saat ini, berdiri diatas pondasi kebohongan sejarah.

3 Responses to Mengapa Kita Mesti Meributkan Soal Syiah?
  1. kena says:

    penulis ini meributkan soal syiah mulu sama persis kayak amerika dan israel yang meributkan soal Iran.
    dan point2 yang diangkat selain g valid juga sangat berbau kebencian. bisa kna jerat pasa 28 ayat (2) UU ITE nih..
    andaikan syiah itu ‘sesat’ atau ‘kafir’, mengapa saudi membolehkan orang-orang syiah melakukan ibadah haji????
    kalau nulis sesuatu atau copas lebih baik dipikir-pikir lagi dong daripada ntr kualat

    • masjumat says:

      Tanggapan;
      1. Penulis ini meributkan soal syiah mulu sama persis kayak amerika dan israel yang meributkan soal Iran.
      Jawab; Tidak semua tulisan saya melulu tentang syiah, banyak tema lain. Silakan surfing lebih banyak, baca-baca ide dan pikiran saya supaya rilax. OK?

      2. Point2 yang diangkat selain gak valid
      Jawab; Ini bukan paper, bukan jurnal, bukan thesis dan juga bukan hasil penelitian, jadi jangan repot-repot menuntut data. Atau mungkin Anda bisa tunjukkan dimana ketidakvalidan tulisan saya? Jangan lupa, Anda harus membawakan sesuatu yang lebih valid tentunya. OK?

      3. Juga sangat berbau kebencian, bisa kna jerat pasa 28 ayat (2) UU ITE
      Jawab; silakan jika dirasa memenuhi unsur tersebut, laporkan saja. Tapi jika tidak terbukti di pengadilan, tentu kami akan tuntut balik. OK?

      4. Andaikan syiah itu ‘sesat’ atau ‘kafir’, mengapa saudi membolehkan orang-orang syiah melakukan ibadah haji?
      Jawab; Karena mereka menggunakan identitas ‘islam’, maka pemerintah Saudi memperlakukan mereka sebagaimana seorang muslim. Coba saja pakai identitas syiah, atau rafidhi.. Saya yakin pasti diusir dari tanah haram. Hal itu sebagaimana Rosulullah memperlakukan kaum munafiq di Mekah saat itu sebagai seorang muslim, padahal ada diantara mereka yang munafiq. OK?

      Btw, terimakasih sudah mampir.. smile!

  2. adi says:

    Semangat saudaraku, tegakan terus kebenaran di negeri yg sekarat ini.

Leave a Reply to kena Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Please support the site
By clicking any of these buttons you help our site to get better