Bagaimana Media Syiah Membuat Berita Dusta

Jika datang berita kepada kita, ada seorang wahabi yang memperkosa pembantunya di sebuah desa di daerah Al-Rabi’ia Profinsi Qatif Arab Saudi, kemudian disertakan pula foto korban yang sedang diwawancarai. Tidakkah Anda percaya? Sulit rasanya kita menyangkal berita ini, karena kuatnya opini yang diolah dan ditambah adanya bukti-bukti yang dituangkan dalam pemberitaan tersebut.

Jika datang berita kepada kita ada seorang pangeran Saudi hidupnya suka foya-foya karena bergelimang harta, mabuk-mabukan, suka mengajak banyak wanita sambil berjoget ria disebuah diskotek, disertakan pula foto atau video seorang berpakaian Arab yang dikesankan seorang pangeran yang sedang berpesta dengan beberapa wanita, ditambah permainan opini yang menggiring pembaca mempercayai begitu saja berita yang tersaji dihadapannya. Rasanya sulit bagi kita yang awam akan dunia jurnalistik menyangkal berita seperti ini dan yang sejenis.

Bisakah langsung kita terima reportase dua berita tersebut? Saya sekedar mencoba mengajak membaca another point of view dua berita tersebut.

Untuk berita pertama, kita tentu tidak terfikir bagaimana akan membuktikan bahwa yang memperkosa tersebut adalah seorang wahabi? Apakah setiap warga Saudi adalah wahabi? Apakah betul itu foto korban pemerkosaan? Apakah betul itu foto korban pemerkosaan di sebuah desa terpencil di Saudi? Apakah betul majikannya adalah wahabi, dimana kita tahu bahwa Profinsi Qatif mayoritas adalah penganut syiah? Bagaimana kita tahu akurasi berita tersebut?

Begitu juga dengan berita kedua, bagaimana kita bisa membuktikan bahwa orang yang di foto dan video tersebut adalah seorang pangeran Arab? Bahkan bagaimana kita tahu itu orang Arab Saudi? Kita yang awam tahunya Arab ya Arab Saudi, padahal Arab terdiri dari puluhan negara. Bahkan sebagian kita melihat orang India atau Banglades aja dianggap orang Arab.

Begitulah kira-kira bagaimana media-media syiah membuat sebuah kebohongan, begitu berani membuat  dan menyebarkan berita dusta ketengah-tengah kaum muslimin untuk menanamkan pemikiran bahwa Saudi adalah negeri yang jelek, warganya suka memperkosa dan pangerannya suka foya-foya. Media syiah jago dalam memainkan opini dan bermain kata-kata. Mereka juga hobi membuat berita dusta yang sekiranya sulit untuk dibuktikan kebenarannya oleh pembaca di Indonesia, seperti memuat berita di pelosok desa di salah satu provinsi di Saudi, atau memuat berita di Tunisia, Yaman, Maroko dan lain-lain tempat.

Mengapa bisa demikian? Karena keyakinan mereka menghalalkan dusta dan kebohongan demi mencapai cita-cita dan hawa nafsunya. Apakah saya sedang beretorika dan bermain kata-kata? Saya sudah buktikan puluhan berita fitnah, palsu dan dusta dari mereka. Kalau mau bukti, saya dengan senang hati memberi.

Ini adalah salah satu kecurangan nyata dari kaum paling jago dusta menurut imam Asy-Syafi’i Rahimahullah. Asal berita dari orang Syiah Rafidhah adalah dusta sampai ada data penguat yang independen. Mereka juga mudah mendustakan suatu fakta jika tidak sesuai dengan hawa nafsu kesesatannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Please support the site
By clicking any of these buttons you help our site to get better