Kisah Pengusaha Dari Nol, Merangkak Naik, Sukses dan Akhirnya Bangkrut

Ini kisah seorang pengusaha IT bernama B di kota asal saya, sebut saja kota P. Dia memulai usahanya sejak sekitar 1995. Awalnya dia buka toko kecil dirumahnya yang sederhana. Berkat ketekunan dan keuletannya, tokonya banyak dikunjungi konsumen, terlebih dikota tersebut hanya dia yang menonjol konsisten dengan usaha IT nya tersebut.

Pernah pada sekitar tahun 1997 awal saya berkunjung kerumahnya untuk memperbaiki komputer rumah yang rusak. Saat itu tokonya masih kecil dan sederhana, walau barang dagangannya sudah lumayan komplit untuk ukuran kota kecil. Kita ngobrol banyak hal tentang usaha IT kedepan, dia pun menyemangati saya untuk membuka usaha yang sama di Yogya.

Waktu berlalu, hingga pada tahun 2000-2006 saya tahu dia telah sukses besar mengebangkan usaha IT nya di kota P tersebut. Jaringann customerya banyak, dari para siswa, mahasiswa, para guru, PNS dan banyak pula dari lembaga dan instansi pemerintah. Bahkan karena kredibilitas dan kualitas layanan perusahaan pengusaha B tersebut, pelangganya sampai keluar kota P. Lengkap sudah kekuatan bisnis yang dibangun bersama jaringannya. Saya pernah iseng-iseng men-survey tokonya, ternyata semua sudah berubah. Sudah pindah tempat, menjadi jauh lebih besar, lebis luas, lebih mewah, karyawannyapun banyak yang dibagi dalam beberapa divisi. Mantap..!

Tetapi sayang..
Semua potensi usahanya diatas tidaklah menjamin sustainability bisnisnya, karena hari ini pengusaha B telah jatuh ke tangga paling bawah usahanya dan harus memulai lagi fase bisnisnya dari awal, ya dia telah bangkrut..

Saya coba mencari tahu penyebabnya. Yang paling masuk akal dan mendekati kebenaran adalah ketika pengusaha tersebut mengajukan pinjaman ke bank x milyar dalam rangka memperbesar bisnisnya. Like other story, awalnya semuanya berjalan lancar hingga suatu saat Allah memberinya ujian berupa sulitnya pendapatan dan semakin sering terlambat mencicil, hingga akhirnya pihak bank menyitanya. Dan hancurlah semua yang telah dibangunnya selama ini, dan dia harus memulai lagi dari nol seperti dulu lagi.

Bagi seorang bisnis man, berhati-hatilah mengelola keuangan Anda. Ketika usaha Anda masih kecil, tidak akan ada bank yang mendekati Anda, karena tidak ada yang bisa diambil dari Anda. Tetapi justru berhati-hatilah ketika usaha Anda telah besar, cash flownya tinggi, omsetnya besar dan meningkat, pelanggannya rame dan banyak. Saat itulah bank akan menghampiri Anda dan menawarkan berjuta impian dengan berjuta pinjaman. Saran saya; cerdaslah menerima tawaran tersebut! Kisah diatas bisa sebagai gambaran pencerdasan Anda.

2 Responses to Kisah Pengusaha Dari Nol, Merangkak Naik, Sukses dan Akhirnya Bangkrut
  1. PIEPET says:

    PODO ,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,, EMANG BENER ……………….NEK MANGAN DUIT BANK ,,,,,,,,, HASILNYA CUMAN CAPEK,,,,,,,,, DI OYAK OYAK TERUS……., YG MENIKMATI HASILNYA ORANG BANK…………………………… KITA,,,CUMAN JADI BUDAK NYA ORANG BANK

    rIBA. ,,,,,,,,,,

  2. st pang says:

    Benarrr…1000 persen. Kita yang usaha membanting tulang dan bank yang menikmati keuntungan dari perputaran usaha kita ….jadi merugi ujung ujungnya…jual asett untuk bayar cicilan dan didatangi collector terusss…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Please support the site
By clicking any of these buttons you help our site to get better