Salafy Antimainstream

salafySaya seorang salafy -insyaallah- dan seperti Anda, saya juga berteman baik dengan teman-teman lintas jamaah. Saya berkawan baik dengan banyak orang yang aktif di PKS, yah mungkin bisa dibilang underbownya Ikhwanul muslimin di Indonesia, walau agak berat mengaitkannya. Saya juga berteman baik dengan beberapa orang yang aktif di gerakan Hizbut Tahrir dan beberapa kali terlibat debat dengan mereka. Beberapa kawan juga aktif di MTA dan tidak ketinggalan jamaah tabligh. Dengan ‘syafi’iyyah’ jangan tanya, itu pergaulan saya sehari-hari.

Dari semua pertemanan saya dengan mereka semua, belum pernah sekalipun mereka mewarnai kehidupan beragama saya -alhamdulillah- Justru sayalah yang banyak mewarnai mereka, baik dari muammalah, fiqh, ibadah maupun akhlak.

Artinya; saya lebih banyak memberi mereka pemahaman tentang bagaimana fiqh yang rajih tentang suatu permasalahan hukum. Saya lebih banyak memberi nasehat kepada mereka tentang sholat yang sesuai sunnah nabi. Saya lebih banyak ditanya mereka tentang bagaimana hukum ini dan itu, bagaimana jika begini dan begitu, apakah ini boleh atau tidak, apakah yang seperti ini ada hadistnya atau tidak, dll banyak sekali. Saya memang tidak mampu menjawab semua, paling sering saya kasih no ustadz yang bermanhaj salaf yang saya kenal. Kemudian bertanyalah kawan saya tadi kepada ustadz salafy tersebut.

Saya tidak dalam kapasitas untuk menyebutkan penyimpangan-penyimpangan manhaj mereka, bagi saya itu kondisional saja. Yang lebih penting adalah menyampaikan aqidah yang benar, menyampaikan bagaimana tata cara ibadah yang benar yang sesuai sunnah nabi shallallahu’alaihi wasallam, menyampaikan bagaimana hukum fiqh terkait ini dan itu, menyampaikan bahwa ini syirik, itu bid’ah alias tidak ada tuntunannya dari nabi, yang ini halal dan yang ini haram. Yang mana penjelasan saya tersebut bertentangan dengan apa yang diajarkan kelompok mereka. Tetapi sekali lagi, saya tidak dalam kapasitas menjelaskan kekeliruan kelompok mereka secara manhaji. Insyaallah mereka akan paham dengan sendirinya jika mereka sering mendengar dan duduk di majlis taklim ustadz salafy.

Jika saya tidak berkawan dengan mereka, mungkin saya tidak bisa mewarnai pertemanan kami. Jika saya sudah mengambil jarak terlebih dulu dengan mereka, mungkin nasehat kecil saya tidak bisa mereka terima, yang ada justru resistensi. Jika saya apriori terlebih dulu dengan mereka, mungkin nasehat akan serasa hambar dan ‘just easy going’. Padahal saya mengimani hadist, “Tidak beriman salah seorang diantara kamu hingga dia mencintai saudaranya sebagaimana dia mencintai dirinya sendiri”. Salah satu faedah hadist tersebut adalah, jika ia suka mendapat hidayah sunnah, jika ia suka mendapat hidayah ilmu.. maka sudah selayaknya ia juga suka jika saudaranya/temannya mendapat hidayah sunnah dan ilmu. Berusahalah sekuat tenaga teman kita juga mendapat hidayah sunnah dan ilmu.

Saya tetap meyakini bahwa manhaj salaf adalah jalan terbaik dan satu-satunya jalan yang menghantarkan seseorang kepada kebahagiaan dunia dan akherat. Manhaj salaf adalah satu-satunya jalan yang dijamin selamat di akherat kelak (walau tidak menjamin seorang salafy selamat, namun kami berusaha untuk selamat dengan menitinya). Setiap jalan yang menyimpang dari jalannya para salaf, ia akan tersesat. Itulah keyakinan kami, dan semoga Allah mewafatkan kami di atas keyakinan tersebut.

Allahu’alam..

One Response to Salafy Antimainstream
  1. Murid says:

    Kalau anda orang salafy kenalkan saya orang Islam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Please support the site
By clicking any of these buttons you help our site to get better