Jual Beli Kredit, Antara yang Ribawi Dan yang Syar’i

Cara membedakan kredit yang syar’i dengan yang tidak mudahnya kita buat dua skema penjualan kredit sebagai berikut;

Skema pertama kredit ribawi;

  1. A datang ke showroom hendak membeli motor. Di showroom terjadi akad yakni A membeli motor merk x seharga cash 16 juta dengan ketentuan pembelian;
  2. DP 3 juta dan cicilan 1,5 juta/bulan selama 11 bulan, atau senilai total 19,5 juta
  3. Pembayaran cicilan tidak diberikan ke kantor showroom tersebut namun ke sebuah lembaga pembiayaan (leasing). Dari sini terlihat bahwa terjadi penjualan yang melibatkan 3 pihak; penjual-pembeli-leasing
  4. Jatuh tempo pembayaran pada setiap tanggal 12 setiap bulan, jika lewat dari tanggal tersebut maka dikenakan denda sebesar Rp. 2.500,-/hari
  5. Jika terjadi gagal bayar, maka motor tersebut disita/diambil paksa oleh pihak leasing tanpa si A mendapat pengembalian atau pembayaran kekurangan sisa kredit
  6. Jika A hendak melunasi sisa cicilan, maka A diberi keringanan pembayaran pelunasan senilai harga cash (16 juta), dan bukan menggunakan harga kredit (19,5 juta). Artinya ada dua harga dalam transaksi ini
  7. Seluruh proses pembelian dilakukan pihak showroom, baik proses verifikasi penjualan, penentuan harga kredit maupun pengiriman barang. Namun pembayaran kredit oleh si A ditujukan ke kantor leasing dan bukan ke pihak showroom

Skema kedua kredit syar’i (murabahah) sekaligus kritik dan catatan atas skema pertama;

  1. A datang ke lembaga pembiayaan; koperasi, BMT atau bank hendak membeli motor motor merk x seharga cash 16 juta dengan ketentuan pembelian;
  2. Pihak koperasi, BMT atau bank memberi harga kredit dengan cicilan 1,7 juta/perbulan selama 12 bulan atau senilai total Rp. 20,2 juta
  3. Semua proses pembelian motor x tersebut dilakukan pihak koperasi, dan akad hanya terjadi antara; pemilik motor (showroom) dengan koperasi, dan koperasi dengan pembeli (si A), sehingga kepemilikan motor telah berpindah dari sebelumnya milik showroom ke koperasi. Si A tahunya melakukan kredit dengan pihak koperasi
  4. Setelah motor dibeli pihak koperasi, maka koperasi menyerahkan motor tersebut kepada si A. Prosesnya bisa; si A mengambil motor ke koperasi, atau koperasi mengantar motor ke rumah si A
  5. Jatuh tempo pembayaran pada setiap tanggal 12 setiap bulan, jika lewat dari tanggal tersebut maka tidak boleh dikenakan denda. Pihak koperasi hanya berkewajiban mengingatkan si A agar segera memenuhi kewajibannya
  6. Jika terjadi gagal bayar, atau pembayaran nunggak selama tiga bulan (tergantung akad saat pembelian), maka pihak koperasi berhak menyita (mengambil) motor tersebut untuk kemudian dijual ke pihak lain. Jika harga jual motor tersebut lebih tinggi dari sisa hutang si A, maka sisanya dikembalikan kepada A. Dan jika harga jual motor masih kurang untuk melunasi sisa cicilan, maka si A wajib membayar sisa kekurangannya. Atau boleh juga dengan menyita barang jaminan lain selain motor x tersebut
  7. Jika si A hendak melunasi sisa cicilan, maka tetap diberlakukan harga kredit yang Rp. 20,2 juta dan bukan lagi harga cash yang digunakan. Artinya hanya ada satu harga dalam transaksi ini

Keterangan Tambahan;

  • Syar’i atau tidaknya suatu akad (transaksi) tidak bergantung dari besar kecilnya keuntungan, karena ketika terjadi transaksi jual beli, maka yang dibahas adalah untung rugi. Artinya mencari keuntungan dalam jual beli tidak ada batasan dalam syariat, boleh dengan keuntungan 1%, 10%, 100% atau bahkan 1000%.
  • Bolehkah meminta jaminan selain barang yang dibeli dalam kredit syar’i mis; BPKB atau sertifikat tanah? Jawab; boleh
  • Bolehkah menjual motor x tersebut kepada orang lain sementara cicilan belum lunas? Jawab; boleh jika telah lunas, atau kalau mau dijual bisa dijual kembali kepada pihak koperasi.

One Response to Jual Beli Kredit, Antara yang Ribawi Dan yang Syar’i
  1. Wasis Zain says:

    Cukup bagus analoginya
    Coba akalu dikasih sedikit dalil lebih bagus mas

    Semoga bermanfaat bagi yang lainnya

Leave a Reply to Wasis Zain Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Please support the site
By clicking any of these buttons you help our site to get better