Sikap Aswaja NU Terhadap Syiah Dan Wahabi

logo-resmi-nahdlatul-ulama-nuMenyikapi isu syiah dan wahabi, aswaja NU terpecah menjadi dua;

1. Aswaja NU ghulat yang suka berlebih-lebihan, kuburi ektrim, memandang wahabi dengan pandangan dengki dan hasad, lebih dekat kepada syiah dan kelompok liberal, permisif dalam fiqh dan muammalah. Mereka juga masuk satu gerbong pengusung Islam Nusantara yang tidak ingin islamnya seperti islam di Arab Saudi, tapi lebih ingin membuat corak dan citra islam sendiri ala nusantara. Perang Suriah disikapi sebagai perang politik antara Saudi dan Iran yang sama-sama ingin memperluas hegemoninya, dan tidak menganggap sebagai perang ideologi/aqidah antara sunni vs syiah, muslim vs musyrik dan munafiq. Mereka tidak mendukung Saudi, juga tidak membela Iran, namun terlihat lebih dalam posisi ingin Saudi yang kalah. Tokohnya seperti Kyiai Said Agil Siradj.

2. Aswaja NU mu’tadilah yang bersikap adil, melihat permasalahan dengan pandangan ilmu, bashirah dan kehati-hatian. Melihat perbedaan wahabi dan NU sebagai khilafiyah ijtihadiyah yang ummat tidak boleh berpecah-belah karenanya, serta menyerukan persatuan terlebih di masa fitnah seperti sekarang ini dimana umat islam diobok-obok musuh dari berbagai sisi. Membaca geopolitik Timur Tengah sebagai sebuah nubuat akhir zaman. Mereka mendukung langkah Saudi dan koalisi negara-negara islam yang hendak menumpas teroris syiah yang ingin memperluas hegemoninya di tanah Arab. Beberapa tokohnya seperti Kyiai Ali Mustofa Ya’kub Jakarta, Habib Zen Al-Kaff Madura, Buya Yahya Cirebon, dll.

Semoga aswaja NU kembali ke khittah 1926 dan istiqomah berpegang kepada Al-Qur’an dan sunnah Nabi shallallahu’alaihi wasallam.

2 Responses to Sikap Aswaja NU Terhadap Syiah Dan Wahabi
  1. Ali al Mujtaba says:

    Ane tantang antum yang mengkafirkan syi’ah Ali untuk mubahalah. Jika syi’ah Ali itu kafir maka ane dalam tempo secepat mungkin akan mati dalam keadaan yang mengenaskan, sedang jika syi’ah Ali itu mu’min maka antum yang mengkafirkan syi’ah Ali adalah kafir dan akan mati dalam tempo secepat mungkin, dalam keadaan yang mengenaskan. Aminkan wahai pengikut Muawiyah! Jika tidak berani mengaminkan maka terbukti ente pengikut iblis sejati

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Please support the site
By clicking any of these buttons you help our site to get better