Menguak Kejanggalan Pengakuan Akhwat yang (katanya) Keluar dari Salafi

niqabmain_2730313aAgak risih juga membaca artikel yang ditulis muslimoderat.com, sebuah tulisan yang katanya pengakuan seorang akhwat salafi yang taubat dan keluar dari salafi. Artikelnya bisa dibaca disini, berikut beberapa kejanggalan yang setidaknya masuk catatan saya;

Kejanggalan pertama; Tulisan tersebut dibuat tanpa menyebut nama atau sumber asli penulisnya, yakni sang akhwat. Ia hanya menyebut nama samaran ‘Akhwat Sunni Salafiyyin’ yang tentu kejujuran dan keotentikan cerita tersebut diragukan. Kasus ini mirip dengan seorang pembenci dakwah salafi Syaikh Idahram. Ia menulis buku dan menyebarkan fitnah kemana-mana, meracuni pikiran orang awam dengan tuduhan dan dustanya, tetapi ia sendiri berlindung dibalik nama samaran. Ia tak mau memakai nama asli, kenapa? Karena takut terbongkar dustanya! Itu adalah salah satu cara mereka melemahkan dakwah sunnah, dakwah salaf. Andai Sang Akhwat ini benar dalam pengakuannya, semestinya ia tidak perlu menutupi dirinya dibalik nama palsunya tersebut, justru ia mestinya bangga telah membongkar sebuah ‘kesesatan’ menurut mereka. Dan ini sangat banyak terjadi dikalangan pembenci dakwah salafi, seseorang yang mengaku keluar atau taubat dari salafi namun identitas aslinya tidak pernah dimunculkan. Sebagian besar pelakunya adalah kaum lelaki, dan baru satu ini yang perempuan.

Kejanggalan kedua dan seterusnya saya ambil sebagian kutipan tulisan sang akhwat

Kejanggalan kedua; “merasa diri saya sudah sangat sesuai dengan ajaran Rasulullah dengan syariat yang murni dan berlandaskan hadits shahih dan kompeten terhadap dakwah tauhid dan sunnah”

Jawab; Merasa sesuai dengan ajaran Rosulullah memang benar, tetapi sudah sangat sesuai ini berlebihan, tidak ada diantara kami para salafi yang merasa begitu. Itu perasaan dia saja, dan dia keliru karena perasaan itu akan membawa kepada kesombongan, yakni merasa paling benar dan menolak setiap apa yang datang dari orang lain.

Kejanggalan ketiga; “ketika melihat kalangan yang maulid hati saya seakan ada sesuatu yang berkata ‘dia ahlul bid’ah’ kadang berdoa mudah2an dia di beri hidayah”

Jawab; Dia salah ketika mentabdi’ setiap pelaku bid’ah. Tidak setiap pelaku bid’ah adalah mubtadi’ (ahlul bid’ah). Banyak faktor atau penghalang seorang itu dianggap sebagai ahli bid’ah, orang awam tentu tidak bisa disebut sebagai ahli bid’ah. Pembahasan tentang ini silakan bisa dibaca disini. Sang akwat terbukti belum memahami bagaimana dakwah salaf sangat berhati-hati dari tabdi’, tafsiq dan takfir. Lalu bagaimana dia malah bisa menganggap setiap pelaku bid’ah adalah ahli bid’ah, itu tidak pernah ada dalam kajian salafi, dan itu bukan manhaj salaf.

Kejanggalan keempat; “pada awalnya indah tetapi lama kelamaan makin banyak tanda tanya yang muncul didalam pikiran saya… memang ada sih kajian2 yang menarik tetapi tak jarang ada kajian2 membahas ikhtilf, saya bertanya kok semangat membahas masalah khilafiyyah dan menghakimi orang yg berbeda ??”

Jawab; Si akhwat ini karena terlalu semangat menyudutkan salafi, kajian fiqh yang membahas khilaf dikalangan ulama saja dianggap kajian yang yang membahas khilafiyah. Selama ini akhwat ini ngaji apa saja? Setiap kitab fiqh, maka disitu dipelajari banyak pendapat dikalangan ulama, baik ima madzhab maupun selainnya. Dan itu bukan dalam rangka ebahas khilafiyah dalam konotasi negatif. Terlihat sekali sang akhwat tidak paham permasalahan ini. Tidak ada satupun salafiyin yang menganggap kajian ilmiah seperti ini dengan sebuah term “suka membahas khilafiyah dan menghakimi orang berbeda”, itu hanya justifikasi dia saja.

Selesai kutipan…

Saya curiga si akhwat ini belajar ngaji kepada salafi sekedar untuk mencari-cari kelemahan salafiyin untuk memperburuk citra dakwah salaf, yah bisa saya katakan penyusup lah. Hakekatnya dia belumlah paham hakekat dakwah salaf, manhaj salaf belum merasuk dalam kalbunya.

Sayapun penasaran ingin ketemu dengan akhwat ini, ingin tahu dimana saja dia ngaji, kepada asatidzah siapa saja dia ngaji, siapa saja kawan ngajinya di kalangan salafiyin? Karena kalau dia benar-benar “ngaji salafi”, insyaallah akan banyak teman dikajiannya. Kalau dia tidak mau muncul atau menampakkan diri, bolehlah kalau saya bilang ini hanya pengakuan dusta dan mengada-ada, sekali lagi untuk merusak dan memperburuk citra dakwah sunnah yang dibawa salafi. Kasus ini hampir sama dengan Syaikh Idahram, seorang penulis beberapa buku yang isinya penuh fitnah dan dusta yang menyudutkan dakwah salafi agar orang awam enggan dan lari dari dakwah sunnah tersebut. Syaikh Idahram ini bukan nama asli, tapi samaran. Nama aslinya disembunyikan karena khawatir kedoknya terbongkar, karena andai terbongkar, akan ketahuanlah bahwa tulisan tersebut banyak mengandung fitnah dan dusta serta tidak bisa dipertanggungjawabkan. Begitulah cara mereka menghancurkan dakwah salaf, mereka lemah dalil dan argumen, maka mereka menempuh cara yang kotor. Tapi saya punya keyakinan kuat bahwa pengakuan ini hanyalah dusta alias bohong belaka, dan cerita si akhwat ini hanyalah rekayasa belaka.

Tetapi sungguh menakjubkan, mereka senantiasa berupaya memperburuk citra dakwah salaf, namun hakekatnya mereka sedang menebarkan dakwah tersebut kepada manusia. Allah ingin dakwah sunnah tersebar ke negeri ini melalui fitnah dan tipu daya yang mereka lakukan. Tepat sekali pepatah arab mengatakan, “Tidaklah diketahui wanginya gaharu kecuali setelah dibakar”

Allahu’alam…

Bersambung insyaallah..

8 Responses to Menguak Kejanggalan Pengakuan Akhwat yang (katanya) Keluar dari Salafi
  1. Ari says:

    Saya juga sudah memutuskan hijrah dari NU menjadi Salafi. Tanpa bermaksud menyudutkan, tapi cara orang” NU dalam mengkaji Hadits dan Al-Quran terlalu banyak menggunakan penafsiran tersirat, sehingga lahirlah Tahlilan, Maulidan, dst. Penafsiran” tersirat inilah yg kadang mengganjal dalam hati kecil saya. Hingga akhirnya saya dipertemukan dengan dakwah Salafiyah oleh ALLAH SWT. Dan mereka mengkaji Hadits dan Al-Quran dengan pemaknaan yg terang dan jelas serta meninggalkan perkara” yg “diduga” mengandung makna tersirat.

  2. Hashim says:

    Sekte wahabi salafi kebakaran jenggot anggotanya telah mendapat hidayah, mdahan admin ini juga mendapat hidayah dr Allah, amin

    • masjumat says:

      Lha saya dulu mantan pengikut NU, keluarga saya keluarga besar NU. SMP di Muhammadiyah, kuliah prnah ikut HTI, PKS Jamaah Tabligh dll.. Alhmadulillah sekarang berusaha meniti manhaj salaf hee..

      • Hashim says:

        Lha sy Islam pengikut Rasullullah, lupakan NU, Muhammadiyah, Persis, Alirsyad, HTI, PKS, dll ormas, kalo mati jg tdk akan d tanya ormas mana yg kita ikut, dan apa benar & sejak kapan sekte wahabi meniti jejak ulama salaf?? mohon d jelaskan dg fakta !!!!

        • erickarizal says:

          Alhamdulillah..kl berlepas dari panatik golongan mas hasyim..tinggal meniti jalannya Rasulullah shalallahu alaihi wasalam dengan menuntut ilmu agama terus dan terus ..lama lama juga ketemu kl mas hasyim berjiwa hanif..insyaallah.

        • indrasir says:

          Sepertinya pikiran mu masih sangat picik dan kotor!, tidak ada itu sekte Wahabi, istilah Wahabi sendiri juga yang buat sekte2 SUFI dan SYI’AH. Aku dulunya juga dibesarkan dari lingkungan SUFI dan ASY’ARIYYAH, dan memang sebagian besar syaikh2nya atau guru2nya sering mengeluarkan kata2 kotor dan keji untuk menghina wahabi dengan penuh hawa nafsu dan kesombongan,adapun sang murid dan pengikut taunya hanya ikut-ikutan apa kata guru/syaikh tanpa mengecek kebenaran yang disampaikan si guru/syaikh dari Alqur’an dan Hadist Nabi SAW. aku juga tau mengapa sebagian besar orang2 spertimu sangat dengki dan penuh dendam kepada wahabi, salah satu nya karena kalian hidup sangat homogen sesama kalian, makanya pikiran kalian sempit dan picik tidak mau menerima kebenaran dari kelompok lain, mengapa aku mengatakan seperti ini karena aku juga dulu juga sepertimu!, kalau masih ragu, ayo kita diskusi secara sehat untuk mencari kebenaran tapi tidak dengan debat kusir, insha allah aku akan memberikan kepada mu FAKTA2 kesesatan Sekte SUFI dan penyimpangan kelompok Ahli Kalam Asy’ariyyah. adapun wahabi adalah salah kelompok Ahlussunah yang menyeru umat islam untuk kembali kepada sumber pemahaman islam yang sebenarnya yaitu Alqur’an dan Hadist, tidak kepada perkataan tokoh2 sesat dari sekte SUFI. meskipun mengklaim perkataan nya bersanad2 dari para guru SUFI! namun tidak sesuai dengan pemahaman Rasulullah SAW dan para sahabatnya. satu lagi tambahan ku, wahabi tidak pernah sedikitpun mengkafirkan kelompok Asy’ariyyah maupun SUFI karena mereka adalah bagian dari umat Islam namun menyimpang, beitu juga dengan wahabi yang kau sudutkan bukan berarti tidak ada dari mereka yang tidak menyimpang, karena tidak ADA MANUSIA yang tidak lepas dari KESALAHAN! kecuali Rasulullah SAW.

  3. Nur asifah says:

    Setuju dngan postingan d atas. Akhwatx gag jelas identitasx n pngakuanx jg gag sehaluan dngan knyataan tntang dakwah salaf..
    In sya Allah Dakwah salaf sangat hati2 dalam brkata, aplg dlm menjudge sesuatu krn beliau2 faham hukumx jika salah judge dosa akn kmbali pd yg menjudge.. Ah..akhwat it bgai rekayasa yg blum matang tp udah d panen..tp jika dy matangkan dlu mudh2an akan dpt hdyah yg sbnarx krn dakwah salaf bgtu indah..

  4. Maryanto Yans says:

    Seperti hal yg semacam ini sudah menjadi kebiasaan,karena sudah terlatih sejak usia dini dari orangtuanya,selalu mengkaji ilmu dari keturunan tidak mencari kebenaran dan lebih nistanya merasa paling benar/lurus,sampai sampai menyatakan inilah kami ahlus sunnah wal jama’ah,karena ketakutan dengan ada sumber ilmu yg sebenarnya Nash,mereka karena kebiasaan qiyas yg batil selalu medahulukan ra’yu.
    kalangan mereka ahli khurafat,makaitu mereka sangat mudah sekali membuat fitnah
    kajian agama dan budaya dicampur aduk sudah melekat sangat sulit untuk melepasnya/banyak faktor.jadi bukan salah ibu mengandung salah bapak menaruh burung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Please support the site
By clicking any of these buttons you help our site to get better