Bisnis Antara Yang Halal Dan Yang Haram

halal haramMeninggalkan riba dan semua bisnis yang sifatnya haram merupakan domain akherat, bukan dunia. Sehingga mindset yang seharusnya kita miliki dengan mengikuti aturan syariat dalam berbisnis adalah ‘kita akan mendapat pahala dari Allah dan dijauhkan dari api neraka’. Bukan ‘kita akan lebih maju bisnisnya dan akan lebih besar untungnya’, ini keliru!

Jangan berpikir bahwa dengan hijrah dan mengikuti pola bisnis islami itu akan menguntungkan bisnis kita, akan memperbesar bisnis kita, akan mendatangkan uang dari mana saja, seakan-akan setelah mengikuti aturan ekonomi syariah urusan dunia mesti dimudahkan. Tidak demikian, karena sekali lagi ‘halal haram itu domain akherat’. Boleh saja kita bicara bahwa mungkin dengan mengikuti aturan syariat, Allah akan permudah urusan kita, termasuk urusan bisnis sehingga salah satunya bisnis kita semakin membesar.

Akan berbahaya jika kita pelihara pola pikir seperti ini. Karena jika kita sukses karenanya, kita benarkan syariat islam. Namun ketika sebaliknya, kita justru akan meninggalkan islam lebih jauh lagi. Betapa banyak faktanya orang-orang yang meninggalkan riba, meninggalkan bisnis yang haram baik dzat maupun caranya dan ia tetaplah kesulitan dan bahkan mengalami kebangkrutan? Betapa banyak pebisnis yang berusaha mengikuti aturan syariat dan bisnisnya stagnan dan banyak menemui kesulitan? Karena secara logika, syariat islam itu banyak mengekang hal-hal yang tidak diatur diluar syariat? Yang dengannya menjadikan seorang pebisnis muslim harus kerja lebih ekstra agar usahanya berkembang?

Hal sebagaimana firman Allah;

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَعْبُدُ اللَّهَ عَلَى حَرْفٍ فَإِنْ أَصَابَهُ خَيْرٌ اطْمَأَنَّ بِهِ وَإِنْ أَصَابَتْهُ فِتْنَةٌ انْقَلَبَ عَلَى وَجْهِهِ خَسِرَ الدُّنْيَا وَالْآَخِرَةَ ذَلِكَ هُوَ الْخُسْرَانُ الْمُبِينُ

Di antara manusia ada orang yang menyembah Allah dengan berada di tepi; maka jika ia memperoleh kebajikan, tetaplah ia dalam keadaan itu, dan jika ia ditimpa oleh suatu bencana, berbaliklah ia ke belakang. Rugilah ia di dunia dan di akhirat. Yang demikian itu adalah kerugian yang nyata (QS. al-Hajj: 11)

Sayangnya kekeliruan pola pikir ini sudah menjalar kepada banyak pebisnis muslim yang memiliki semangat dan sentimen tinggi terhadap ekonomi islam, namun salah memahami arti sebenarnya dari konsep ekonomi islam itu sendiri. Lalu bagaimana sih konsep ekonomi islam itu sendiri? Kita bikin mudahnya saja, tidak perlu dengan bahasa tinggi ala pengamat ekonomi. Ekonomi islam itu meliputi;

1. Jujur
2. Amanah
3. Disiplin
4. Hard Work & Smart Work
5. Berusaha menyenangkan orang lain
6. Profesional
7. Meninggalkan riba
8. Meninggalkan transaksi haram
9. Takut akherat

Mudah bukan? Tidak juga.. Karena masih banyak di antara kita yang melanggar poin-poin di atas..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Please support the site
By clicking any of these buttons you help our site to get better