Benarkah Wahabi Mengkafirkan Aswaja?

menuduh-bidahSangat sayangkan sikap emosional teman-teman aswaja yg berpikir bahwa kami (wahabi) suka menyesatkan, mensyirikkan dan mengkafirkan mereka. Padahal yg kami vonis adalah amalnya, bukan pelakunya! Dan ini penting dipahami bahwa semua vonis itu jatuh kepada amalnya, bukan pelakunya..

Kami (wahabi) meyakini bahwa maulid itu bid’ah, kenduri bid’ah, haul 3,7,40,100,1000hari adalah bid’ah, dan banyak amalan yg dianggap sunnah oleh aswaja dalam pandangan kami adalah bid’ah. Kami memvonis amalnya, dan tidak melazimkan pelakunya sbg mubtadi’, karena u bisa disebut mubtadi’ (ahli bid’ah) harus memenuhi banyak syarat, dan setahu saya syarat itu tidak ada pada mayoritas aswaja kecuali segelintir saja mungkin..

Demikian juga dengan amalan berdoa di kuburan dengan perantara yg dikubur menurut kami itu perbuatan syirik, meminta hajat kepada wali yg telah meninggal juga syirik.. Namun lagi-lagi itu vonis kepada perbuatannya, dan tidak melazimkan pelakunya otomatis menjadi musyrik, ahli neraka, tidak!

Demikian juga ketika seorang mengatakan bahwa semua agama benar, atau ada undang-undang (hukum) yang lebih baik dari hukum islam, atau seorang muslim yg wala dan loyal kepada orang kafir dan memusuhi orang islam.. Maka itu semua kami yakini sebagai perbuatan kufur! Namun tidak setiap yg berkata atau berkeyakinan seperti itu otomatis kafir (akbar). Karena takfir itu perkara berat dan besar yg tidak semua bisa bicara. Tetapi kita mesti tahu bahwa amalan dan keyakinan diatas adalah batil, keliru! Dan penyimpangan seperti ini wajib kita sebarkan agar kaum muslimin paham..

Namun teman-teman aswaja salah paham dan menyangka kami mensyirikkan dan mengkafirkan mereka, mereka berpikir bahwa mereka telah kami vonis dengan vonis neraka. Ini sama sekali tidak benar! Kami meyakini tidak boleh memvonis neraka kepada siapapun manusia yang masih hidup, hatta kepada orang kafir, nasrani (kristen), yahudi, hindu, budha, dan siapa saja. Karena akhir hayat seseorang hanya Allah yang tahu. Bisa jadi seorang kafir tersebut bertaubat sebelum ajal menjemput dan Allah ampuni dosanya..

Yang lebih disayangkan lagi, karena kesalahpahaman mereka akan vonis kami.. Mereka (beberapa yang ghulat) justru mengkafirkan kami (wahabi) dengan kafir akbar (keluar dari islam) astaghfirullah.. Dan ini nyata, sayapun tahu persis hal ini. Mereka tidak lagi mengkafirkan amalan dan keyakinan kami, tapi diri-diri kamilah yang dikafirkan. Ini musibah diatas musibah..

Semoga Allah memberikan taufiq dan hidayah-Nya kepada kita, dan semoga Allah menyatukan hati-hati kaum muslimin agar bersatu dibawah naungan Al-Qur’an dan sunnah Nabi shallallahu’alaihiwasallam..

16 Responses to Benarkah Wahabi Mengkafirkan Aswaja?
  1. Hashim says:

    Wahabi memang pintar memelintir fakta, tuduhan ahlul bid’ah, kuffarat, syirik, kafir bagi ummat/muslim lain di luar mereka sdah menjadi biasa keluar dr mulut mereka, sungguh keji & tdk sepantasnya dilontarkan kepada sesama muslim apalagi sama2 mengaku sbg ahlul sunnah wal jamaah, …….. kami memvonis amalannya bukan melazimkan pelakunya…. begitu kata wahabi, inilah kalimat pelintiran & maknanya coba dikaburkan kaum wahabi.
    Logika berpikir yg benar adlah vonis kafir, syirik, bid’ah kepada amalan suatu kaum sudah secara langsung vonis itu jatuh kepada kaum pelaku amalan itu.
    Wahabi memang pandai utk urusan menukil, memotong, menggunting, memelintir, memutar balik makna, memaksa kebenaran suatu ketidakbenaran & masih byk lg “keahlian” mereka terutama dalam hal beragama.

  2. Amin says:

    Eittt, kayanya ada yg mau buang sial alias cuci tangan dr lumuran darah kaum muslimin yg diambil nyawanya oleh wahabi taqfiri, asal tau ya selama masih ada embel2 julukan nama taqfiri di belakang wahabi selama itu juga merk dagang wahabi adalah firqoh yg suka mengkafirkan muslim lain selain mereka, sejarah muhammad bin abdul wahab nabinya wahabbiyyun sudah membuktikan faham taqfiri melekat pada kaum ini sampai sekarang

    • masjumat says:

      Saya ingin sekali bisa mendapatkan buku atau kitab sejarah yang katanya wahabi membantai dan membunuhi umat islam di Mekah. Anda mungkin bisa bantu? Tapi jangan artikel atau link internet ya? Ditunggu..

      • Amin says:

        Kenapa dg link artikel di internet mas? Palsu semua kah artikel itu mas? Coba mas tunjukkan kepalsuan artikel2 itu biar nanti kita bisa diskusikan, di tunggu ya mas?

        • masjumat says:

          Ya itu syarat dari saya. Lagian, di internet ini siapa saja berhak menulis, orang bodoh berlagak alim banyak, santri mendebat ulama banyak. Orang membuat cerita palsu kemudian disebar ke internet banyak..

          • Nazzal says:

            Sejarah kemunculan sekte wahabi dan penolakan ajarannya silahkan rujuk beberapa kitab dibawah ini :

            1. Kitab Al-Awroq Al-Baghdadiyyah Fi Al-Hawadith An-Najdiyyah karangan ulama sejarah bernama As-Said Ibrahim Ar-Rawi Ar-Rifa’iy pada mukasurat 2-4 percetakan An-Najah di Baghdad Iraq Tahun cetakan 1345 H.

            2. Kitab ‘Inwan Al-Majdy Fi Tarikh Najd Mukasurat 135 karangan Ulama sejarah Wahabi Uthman Ibnu Basyir Al-Hambaly An-Najdy.

            3. Kitab Sofahaat Min Tarikh Al-Jazirah Al-Arabiyah Al-Hadithah pada mukasurat 178 dikumpulkan oleh Dr. Muhammad ‘Audh Al-Khatib.

            4. Kitab Kasyfu Al-Irtiyab mukasurat 18 karangan Muhammad Muhsin Al-Amin dan beliau turut menukilkan kenyataan yang sama dari Mufti Mekah Ahmad Bin Zaini Dahlan.

            5. Kitab An-Nushush al-Isamiyyah fi Radd al-Wahhabiyyah karangan Pendiri NU KH MUHAMMAD FAQIH MASKUMAMBANG GRESIK yg terbit dalam bahasa arab tahun 1922, kemudian dicetak ulang di tahun 2015 dan diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia dg Judul Menolak Wahabi, Membongkar Penyimpangan Sekte Wahabi; dari Ibnu Taimiyah hingga Abdul Qadir At-Tilmisani.

            6. Kitab Madzhab tanpa Madzhab, Judul asli Kitab ini adalah Al-Laa Madzhabiyyah Akhtharu Bid‘atin Tuhaddidu As-Syariah Al-Islamiyah yang secara literal berarti Paham tanpa madzhab: bid’ah paling berbahaya yang mengancam Syariah Islam, karangan As-Syahid Syaikh Said Ramadhan al-Buthi.

            7. Kitab Menolak Mazhab Wahabi: Ulasan Kritis Kesalahan dan Penyelewengan Wahabi karangan Mufti Mekkah Syekh Ahmad bin Zaini Dahlan, terbitan tahun 2015.

            8. Trilogy + 1 Kitab karangan Syekh Idahram : 1. Sejarah Berdarah Sekte Salafy Wahabi, 2. Mereka Melasukan Kitab-Kitab Karya Ulama Klasik, 3. Ulama Sejagat Menggugat Salafy Wahabi, 4. Bukan Fitnah Tapi Inilah Faktanya.

            9. Kitab Radikalisme Sekte Wahabiyah (Mengurai Sejarah Dan Pemikiran Wahabiyah) “edisi revisi”, karangan Syekh Fathi al Mishri al Azhari terjemahan oleh Asyhari Masduqi, MA.

  3. Budiman says:

    Inilah faktanya sekte wahabi gemar mengkafirkan & penghalalan darah ummat Islam lain selain golongan mereka :

    1. Syaikh Husain bin Ghannam berkata “ Syaikhku Muhamamd bin Abdul Wahhab berkata :

    إن عثمان بن معمَّر – حاكم بلد عيينة – مشركٌ كافر ، فلما تحقق المسلمون من ذلك تعاهدوا على قتله بعد انتهائه من صلاة الجمعة، وقتلناه وهو في مصلاه بالمسجد في رجب 1163

    “ Sesungguhnya Utsman bin Mu’ammir seorang hakim negeri Uyainah adalah orang yang musyrik dan kafir. Ketika kaum msulimin mengetahui kekafiran Utsman, maka mereka berencana untuk membunuhnya setelah selesai sholat jum’atnya. DAN KAMI MEMBUNUHNYA SEDANGKAN UTSMAN MASIH BERADA DI TEMPAT SHOLATNYA DI DALAM MASJID di bulan Rajab tahun 1163 “. (Tarikh an-Najd halaman 97).

    2. Raja Abdul Aziz yang terangkum dalam kitab Unwanul Majd fi Tarikh an-Najd karya Utsman bin Bisyr seorang sejarawan Saudi urutan ketiga dari lima sejarawan Saudi yang paling diandalkan ulama wahabi :

    وفيها سار عبد العزيز رحمه الله بالجيوش المنصورة إلى الإحساء وأناخ بالموضع المعروف بالمطريفي في الإحساء وقتل منهم رجالا كثيرا نحو السبعين رجلاً وأخذ أموالاً كثيرة، ثم أغار على المبرز فقتل من أهلها رجالا

    “ Dan pada tahun 1176 H, Abdul Aziz Rahimahullah bersama bala tentaranya ke negeri Ihsa dan berhenti di daerah Mathrifi di Ihsa, kemudian ia membunuh tujuh puluh orang di sana dan merampas harta yang banyak, kemudian berlanjut lagi ke daerah Mabraz dan juga membunuh banyak orang di sana “. (Unwan al-Majd fii Tarikh an-Najd, Utsman bin Bisyr : 1/43)

    3. Di dalam kitab ad-Durar as-Saniyyah Fî ar-Radd ‘Alâ al-Wahhâbiyyah disebutkan peristiwa, suatu saat seseorang berkata kepada Muhammad ibn Abdil Wahhab: ”Ajaran agama yang engkau bawa ini apakah ini bersambung (hingga Rasulullah) atau terputus?”.
    Muhammad ibn Abdil Wahhab menjawab: ”Seluruh guru-guruku, bahkan guru-guru mereka hingga enam ratus tahun lalu, semua mereka adalah orang-orang musyrik”.
    Orang tadi kemudian berkata: ”Jika demikian ajaran yang engkau bawa ini terputus! Lantas dari manakah engkau mendapatkannya?”
    Muhammad ibn Abdil Wahhab menjawab: ”Apa yang aku serukan ini adalah wahyu ilham seperti Nabi Khadlir”.
    Kemudian orang tersebut berkata: ”Jika demikian berarti tidak hanya kamu yang dapat wahyu ilham, setiap orang bisa mengaku bahwa dirinya telah mendapatkan wahyu ilham. Sesungguhnya melakukan tawassul itu adalah perkara yang telah disepakati di kalangan Ahlussunnah, bahkan dalam hal ini Ibn Taimiyah memiliki dua pendapat, ia sama sekali tidak mengatakan bahwa orang yang melakukan tawassul telah menjadi kafir” (ad-Durar as-Saniyyah Fî ar-Radd ‘Alâ al-Wahhâbiyyah, hal. 42-43).

    Itulah sedikit fakta tentang ajaran sekte wahabi yg di bawa Muhammad ibnu abdil wahab yg kami sarikan dari berbagai sumber, mudah-mudahan kita ummat islam selalu terhindar dari fitnah-fitnah ajaran ini yang selalu berkoar-koar dalam jargon kampanye da’wah nya mengatakan “memurnikan Islam, kembali ke Alquran dan Hadist” sayang jargon ini hanya menurut pemahaman hawa nafsu mereka sendiri bukan pemahaman ulama2 generasi salafus sholeh terutama para imam mazhab dan ulama pengikutnya.

    • masjumat says:

      Cerita apalagi ini? Bikinan Ahmad Zaini Dahlan yah?

      • Budiman says:

        Silahkan anda bantah tulisan kami ini, beri kami fakta & datanya sekalian spy kita bisa sama diskusi, ok? Ga usah ditanya siapa yg menulis ini yg paling penting isi yg terkandung dlm tulisan itu, semua penulis sudah pasti punya referensi masing2 seperi artikel yg anda tulis diatas tentu tidak asal anda buat kan?? tentu ada referensinya, sekali lagi silahkan anda bantah tulisan kami itu.

        • Ridwan Fadillah says:

          Assalamu’alaikum…sodara2ku kaum muslimin..jgn kita terprovokasi hasutan musuh2 kaum muslimin, ajaran Islam sdh sempurna, apa yg dicontohkan nabi terakhir Rasulullah SAW adalah mrpkn pedoman kita, dan kita yg mengaku umatnya hrs menjalankannya secara murni tanpa dicampur adukan dgn hal2 yg bisa merusak kemurnian ajaran Islam, tidak ditambah..ataupun dikurangi..Al Qur’an dan Hadist shohih adalah pedoman hidup kita agar selamat dunia – akhirat ( insya alloh..), dan cuma Rasulullah yg jd panutan serta suri tauladan kita dalam muamalah dan terutama dalam ibadah..tdk yg lain!! Semoga hidayah, taufik serta maghfirah Alloh SWT senantiasa selalu diberikan pd kita semua..amin..

  4. fajar says:

    ya ampun,,,kita tidak boleh saling berkata buruk,sebaiknya sebelum datang berita dari seseorang,lebih baik kita teliti dulu apa berita itu benar.soal wahabi,itu hanyalah fitnah belaka (saya tidak membela siapa pun,saya hanya berkata sesuai apa yang ada) mereka hanya ingin memurnikan ajaran islam yang katanya sudah banyak dipengaruhi oleh kebudayaan lokal. sebenarnya itu tida masalah, tetapi, kebudayaan lokal tersebut sudah membaur ke dalam agama sehingga agama islam banyak tercampuri oleh hal yang seharusnya tidak ada dalam islam. ijtihat para ulama, kita boleh berinovasi dalam apapun, kecuali agama oleh karena itu agama islam harus sama tanpa ada perbedaan apapun dari masa nabi Muhammad SAW sampai akhir zaman

    ps: sekali lagi saya tidak membela siapapun, saya hanya mempelajari agama islam yang murni

  5. adam wong says:

    Mengapa masalah yang tidak prinsip kok selalu di tulis to MAs jumat, tidak akann selesai, apa tidak Ada artikel yang Lain yang bisa memajukan umat Islam?

  6. Murid says:

    Astaghfirullah, ada Islam, ada Aswaja, ada Wahabi. Qur’annya mau dikemanakan ??
    Yang satu mengaku sebagai pengikut sunnah Nabi dan amalan Jama’ah kaum muslimin (sahabat dan seterusnya), yang satu mengaku sebagai pengikut Abdullah bin Abdul Wahab. Beruntung saya menjadi umat Islam, Tuhan saya Allah SWT, Nabi Saya Nabi Muhammad SAW. Kitab suci saya Al-Qur’an. Saya mempedomani Al-Qur’an dan hadis, saya juga merujuk pada pendapat jama’ah kaum muslimin dari tingkatan sahabat dan seterusnya yaitu ulama yang warasatul anbiya. Saya tidak harus dibebani oleh pengakuan atau baiat pada Aswaja apalagi Wahabi. Saya umat Islam yang merdeka. Saya punya keyakinan bahwa orang yang bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah SWT, dan bersaksi bahwa Nabi Muhammad SAW utusan Allah SWT, adalah orang Islam, otomatis adalah saudara saya.

  7. Abu Sulthan says:

    Sy kira apa yg dibahas oleh masjumat dlm artikel tsb adalah masalah amalan yg membawa
    kpd kesyirikan atau kebid’ahan. Maka bagi yg tdk setuju tunjukan saja dalil2 dari al qur’an
    Dan sunnah dgn pemahaman yg hak, sehingga kita bisa belajar bersama dan tuluskan hati kita
    Untuk menempuh kebenaran. Adapun tuduhan2 tdhp seseorang, sy kira itu bisa keliru, krn orang
    Bisa ngomong apa saja dlm tuduhan tsb dan buat kita tdk penting krn sekali lagi byk kebohongan.
    KEMBALILAH KE AL QUR’AN DAN SUNNAH DAN TUNJUKKAN DALIL2NYA JIKA TDK MENYETUJUI AMALAN YG DIBAHAS DLM ARTIKEL TSB.

    • Harun says:

      Saya ingin tau hakikat bidah menurut anda..
      Ada brp hadis sohih tentang bidah..
      Bila anda bisa menjawabnya dan mau berfikir saya tidak usah panjang lebar menjelaskan..

  8. abdul sukur says:

    Saya bangga dicap WAHABI karna dari dakwah sunnah ini saya paham betul mana amalan sunnah mana amalan adat .

    Saya dulu adalah mantan pembenci ulama sunnah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Please support the site
By clicking any of these buttons you help our site to get better