‘Asyura Antara Sunni dan Syiah

syiahTulisan menyangkut polemik tentang Ahok saya sudahi karena yang bersangkutan sudah meminta maaf kepada umat islam. Kita sebagai umat yang baik dan beradab hendaknya memaafkan, walaupun biarkan proses hukum tetap berjalan..

Topik berganti ke hari Asyura, hari yang disyariatkan bagi umat islam berpuasa karena terdapat banyak keutamaan didalamnya. Saya tidak akan membahas kapan jatuhnya hari Asyura, atau apa saja keutamaannya. Saya tertarik mengupas hari Asyura dari sisi bahwa hari tersebut membedakan antara ajaran sunni dan syiah.

Hari Asyura bagi umat islam sunni identik dengan hari suka cita dan merayakannya dengan berpuasa. Berbeda dengan umat syiah yang menganggap hari Asyura sebagai hari duka cita karena pada tanggal tersebut Imam Husein bin Ali bin Abi Thalib syahid di Karbala. Dan mereka merayakannya dengan ritual duka cita berupa tathbir dan qamezani. Tathbir dan qamezani hakekatnya sama, yakni ritual berdarah melukai diri sendiri dengan pisau (qamezani), pedang, palu, rantai dan senjata lainnya. Kaum syiah meyakini dengan ikut menyakiti diri sendiri (tathbir) akan mendapat pahala dan keutamaan, setidaknya sebagai bentuk ikut merasakan penderitaan Imam Husein kala itu.

Bukan syiah kalau tidak aneh-aneh dalam ritual ibadahnya. Bahkan seluruh ritual bid’ah dalam islam dikenal pertama kali dari kelompok syiah yang kemudian diadopsi dan dimodifikasi oleh sekelompok kecil sufi dan kemudian menyebar hampir ke seluruh tubuh umat islam hingga hari ini. Oleh karenanya, dalam rangka penetrasi dan infiltrasi ke tubuh sunni, syiah menggunakan pendekatan ritual-ritual yang sebagian besar sudah membudaya dan memasyarakat dikalangan sunni.

Baik secara aqidah, ibadah, fiqh maupun amaliyah, syiah sulit masuk dan menyebarkan pemahamannya ke kelompok sunni karena hampir semuanya berbeda. Jika syiah memaksa, ini akan menimbulkan resistensi dan bahkan tidak mustahil terjadi gesekan di tengah masyarakat.

Bagaimana syiah mendakwakan ajarannya ke kelompok sunni terutama kalangan awamnya? Bagaimana bisa ajaran tathbir (melukai diri) dan nikah mut’ah bisa diterima sementara ia suatu ajaran dan tindakan yang tidak masuk diakal dan menyalahi fitrah manusia? Insyaallah akan saya buat tulisan setelah ini..

Referensi tentang Asyura bisa dibaca di;
https://id.wikipedia.org/wiki/Hari_Asyura
https://rumaysho.com/2984-kelakuan-sesat-syiah-di-hari-asyu…
https://muslim.or.id/18784-ritual-berdarah-syiah-di-hari-as…
https://almanhaj.or.id/2607-pesta-duka-di-hari-asyura.html

Video; 18+
https://www.youtube.com/watch?v=Xw3ca-PNgoI
https://www.youtube.com/watch?v=teUaZ4unDGI

Asyura di Indonesia;
https://www.youtube.com/watch?v=reEwpu1hlOk

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Please support the site
By clicking any of these buttons you help our site to get better