Islam Distigmakan Dengan Teroris?

Apa tuan pikir dengan men-stigma-kan islam dengan teroris dan menangkap orang-orang yang identik dengan dakwah dan aktivisnya kemudian islam akan semakin kecil, apakah islam akan semakin terpinggirkan, apakah islam akan semakin ditinggalkan pengikutnya, apakah islam akan terkalahkan?

Tuan, justru Allah sedang meninggikan islam dengan cara-Nya. Allah sedang memuliakan islam dengan cara yang tidak tuan duga. Allah sedang menguji mana hamba-Nya yang benar-benar membela agamanya dan mana yang menjual agamanya demi sesuap nasi bungkus..

Masih ingatkah tuan bagaimana sirah Nabi Muhammad shallallahu’alaihi wasallam yang bukan saja dituduh teroris? Beliau bahkan dituduh gila dan penyihir! Satu tuduhan yang sangat buruk dan keji untuk budaya Arab kala itu. Tetapi apakah risalah yang beliau bawa ditolak manusia? Apakah agama yang beliau dakwahkan dibuang masyarakat Arab? Tidak tuan.. Justru masyarakat Arab saat itu berbondong-bondong masuk islam dan mengikuti Nabi Muhammad shallallahu’alaihi wasallam. Bahkan mereka menjadi manusia-manusia mulia yang mengharumkan sejarah islam sepanjangan zaman..

Perlu tuan ketahui, jauh-jauh hari Allah telah mengingatkan hal ini, seakan-akan Allah memberitahu kepada kita 1400 tahun yang lalu bahwa hal seperti ini akan dialami islam dan kaum muslimin dalam firmannya;

وَمَكَرُوا وَمَكَرَ اللَّهُ وَاللَّهُ خَيْرُالْمَاكِرِينَ

“Mereka (orang-orang kafir itu) membuat makar, dan Allah membalas makar mereka. Dan Allah sebaik-baik pembuat makar.” [Ali Imran : 54]

Maka perlu tuan pahami bahwa islam sangat jauh dari budaya terorisme dan segala macam derivat ajarannya. Bahkan islam sangat menjunjung tinggi kehormatan dan darah manusia, satu ajaran yang tidak ada pada agama selain islam. Mohon tuan bisa perhatikan hadist berikut;

يَا رَ سُوْ لَ الله ِدُ لَّنِي عَلَى عَمَلٍ أَ نْتَفِعُ بِهِ قَالَ:اِعْزِلْ الْأَ ذَى عَنْ طَرِ يْقِ الْمُسْلِمِيْنَ

“Wahai Rasulullah, tunjukkanlah kepadaku suatu amalan yang dapat bermanfaat bagiku.” Beliau menjawab, “Singkirkanlah gangguan dari jalan-jalan kaum muslimin.” (H.r. Muslim, 13:49; Ibnu Majah, 11:78)

Dalam sebagian riwayat dari Imam Muslim dari sahabat Abu Hurairah, beliau berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ada seseorang laki-laki yang melewati ranting berduri berada di tengah jalan. Ia mengatakan, ‘Demi Allah, aku akan menyingkirkan duri ini dari kaum muslimin sehingga mereka tidak akan terganggu dengannya.’ Maka Allah pun memasukkannya ke dalam surga.”

Perhatikan tuan.. Kami diperintah nabi untuk menyingkirkan duri yang mengganggu jalan, lalu apakah kami akan melakukan kegiatan terorisme? Bom sana sini yang akan merusak fasilitas umum dan bahkan membunuh banyak nyawa manusia?

Sudahlah tuan, ini zaman informasi, ummat sudah pada pintar membedakan mana terorisme, mana skenario, mana pencitraan..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Please support the site
By clicking any of these buttons you help our site to get better