Ahok Itu Orang Baik atau Orang Buruk Sih?

Pertanyaan simple itu mungkin bagi sebagian orang bisa dengan mudah saja menjawab “Baik” atau sebaliknya “Buruk” tergantung di posisi mana dia berada dalam kegaduhan nasional yang Ahok sebagai pemicunya sekaligus tokoh sentralnya, walau momen itu kini telah meredup.

Bagi saya, jawaban baik atau buruk itu asumsi. Semua orang berhak atas asumsinya (jawabannya) masing-masing, dan tidak boleh ada pihak yang menyalahkan, karena asumsi masing-masing orang akan berbeda-beda sesuai seberapa banyak informasi yang dia terima atas objek ternilai. Dalam dunia makanan, ini seperti ‘citarasa’ yang setiap orang berhak atas penilaian rasa yang dia berikan. Bagi saya durian itu nikmat sekali, tapi bagi orang lain, baru mencium baunya saja bisa pusing. Bagi saya sate kambing itu uenak sekali, tapi belum tentu orang lain doyan. Begitu juga dengan asumsi, silakan berasumsi sesuai yang keluar dari nalar pikir Anda..

Nah, akan beda urusan jika pertanyaannya adalah;
“Apakah Ahok berprestasi? Apakah Ahok bersih dari korupsi? Apakah Ahok berkinerja baik?”
Kita tidak bisa terburu-buru menjawab, karena dalam konteks ini, parameter penilaiannya adalah bukti atau data yang menunjang pertanyaan kedua, yang mana hal itu tidak dibutuhkan atas pertanyaan pertama di atas.

Untuk penilaian berkenaan dengan prestasi, kredibilitas dan integritas seseorang, butuh data dan bukti sebagai penguat argumen untuk itu. Penilai yang jujur, adil dan berimbang mestilah dari lembaga yang memiliki domain dan memang berkompeten untuk itu, jadi bukan sembarang orang atau lembaga bisa menilainya. Saya dan Anda manut saja disini, karena penilaian kita kemungkinan tercampur dengan asumsi, dan bisa saja berbasiskan data sekunder atau bahkan tersier yang tidak bisa dipegang kredibilitasnya.

Yang masih saja kagum dengan prestasi dan kinerja ahok, silakan simak ini;
https://pendapat.id/membedah-7-klaim-prestasi-ahok-yang-ser…
https://pendapat.id/8-indikator-kegagalan-ahok-dibandingka…/

Ini pelajaran bagi kita untuk lebih berhati-hati menjatuhkan rasa kagum kepada seseorang atau tokoh jika kita tidak memiliki informasi utuh untuk itu. Akan berbahaya jika telanjur kagum dan cinta buta kepada seorang tokoh, namun ternyata di kemudian hari diketahui tokoh tersebut bermasalah, hati kita sulit untuk melepaskannya.

Tulisan ini saya angkat lagi guna memberikan pencerahan kepada kawan-kawan muslim yang masih tertipu dengan ‘kebaikan pak ahok’, padahal dia tidak tahu apa dan siapa ahok sebenarnya. Dia hanya korban pennggiringan opini media yang memang mendapat ‘jatah’ untuk itu. Dan ini bagian dari usaha kecil saya dalam dakwah islam terutama dalam hal ghazwul fikri (perang pemikiran)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Please support the site
By clicking any of these buttons you help our site to get better