Dakwah itu Sinergis, Bukan Dikotomis

Akun facebook saya terhitung baru karena akun lama tumbang. Akun ini-pun feeling saya bakal tumbang lagi. Setiap orang punya keinginan dan idealisme masing-masing terhadap akun yg ia miliki mau ia gunakan untuk apa. Ada yg menggunakan akun pribadinya untuk bisnis/jualan, promo produk jualannya, ada yg memanfaatkannya untuk berdakwah dan menyebarkan kebaikan, ada juga yg sekedar untuk happy fun, senang-senang, berbagi tips dan trik, dll banyak.

Saya pribadi memanfaatkan fb untuk berbagi kebaikan (semampu saya). Hanya saja mungkin kebaikan yg saya maksud itu berbeda interpretasinya dengan para pembaca sekalian. Postingan saya kental nuansa politiknya, walau tidak setiap status itu selalu berbicara politik. Karena banyak bicara politik itulah saya menerima resiko akun saya terancam down (bahkan permanen). Mungkin akan beda cerita kalau saya banyak bicara soal kemanusiaan/humanisme, rumah tangga, kuliner, bisnis, promo produk dll yg tidak menyinggung kebijakan rezim/pemerintah dan algoritma facebook semisal; eL Ge Be Te, eF Pi i, Ha Te i, perang Suriah dll.

Dakwah mustahil diemban hanya oleh satu orang saja, atau hanya oleh satu kelompok pemikiran saja, atau hanya satu organisasi saja. Dakwah itu sinergis, bukan dikotomis. Ada kelompok yg mendakwahkan pentingnya tauhid, ibadah, muammalah, akhlak. Kelompok yg lain mendakwahkan pentingnya gerakan amal usaha, pendidikan, dan perbaikan masyarakat sosial. Kelompok lain lagi berdakwah secara politis, amar ma’ruf nahi mungkar melalui jalur konstitusional, menanamkan nilai-nilai islam melalui jalur pemerintah, menegakkan undang-undang berdasarkan syariat islam, dlsb. Begitu juga dengan kelompok islam yg lain, berdakwah sesuai cita-cita idealismenya masing-masing demi tegaknya islam.

Dakwah tidak perlu dikotomis, merasa hanya dakwahnya sajalah yg paling berjasa terhadap perbaikan ummat dan menafikan jasa kelompok dakwah lain. Tidak boleh merasa ‘dakwah ini dulu, yg itu tidak perlu’ karena semua dakwah diperlukan.

Semua kelompok dakwah islam hendaknya mengikuti perintah Allah;

ۘ وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ ۖ وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۖ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya [al-Mâidah/5:2]

Allahu’alam..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Please support the site
By clicking any of these buttons you help our site to get better