Tak Akan Meninggal Seseorang Hingga Jatah Rizki Terakhir Diberikan Allah

Ungkapan ini sering terdengar di telinga, dan memang begitulah adanya, rezeki, jodoh, ajal semua sudah ditentukan Tuhan, tak ada yang bisa mengubah semua yang telah ditentukan, tapi manusia diwajibkan berusaha untuk menggapai tujuan.

Ada satu clue yang diberikan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang rezeki seseorang, bahwa rezeki yang telah ditetapkan itu pasti ditunaikan oleh Allah, dan tak akan terpisah sukma dari raga sebelum tertunai apa yang seharusnya menjadi milik kita. Baik dia digapai dengan cara yang halal maupun haram. Sama saja, kalau sudah menjadi milik kita berarti memang itulah takdir yang telah ditetapkan sang Khaliq.

Dari Jabir bin Abdullah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لا تستبطئوا الرزق، فإنه لم يكن عبد ليموت حتى يبلغ آخر رزق هو له، فأجملوا في الطلب: أخذ الحلال وترك الحرام

”Jangan kalian merasa rezeki itu terlalu lama datangnya, karena tidak akan mati seorang hamba sampai rezeki terakhir (yang telah ditetapkan Allah kepadanya) akan datang kepadanya. Maka perindahlah cara dalam mencari rezeki itu, yaitu dengan mengambil yang halal dan meninggalkan yang haram.”

(HR. Ibnu Hibban, no 3239, Ibnu Majah, no. 2144, Al-Hakim, Al-Baihaqi, Al-Qudha’i, Ath-Thabarani dalam Al-Ausath dan lain-lain. Dishahih oleh Al-Albani dalam As-Silsilah Ash-Shahihah 6/209-211, no. 2607.)

Makanya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengingatkan kepada umatnya untuk selalu berusaha mencari rezeki dengan cara yang diridhai Ilahi, karena kalau memang sudah rezeki pasti kan diberi. Sehingga kalau mencarinya dengan cara yang haram tentulah kita akan merugi. Mengapa, sebab dengan cara halalpun rezeki itu akan datang sebelum kita mati.

Gambarannya, Allah menetapkan ini rezeki kita, ada dua jalan untuk mengambilnya, ada cara yang haram dengan konsekuensi neraka, ada cara yang halal dengan konsekuensi surga. Silahkah mau pilih cara yang mana.

Akhirnya, di akhirat nanti para koruptor, pencuri, pemakan riba, pelacur, penjual narkoba dan lain-lain akan sangat menyesal. Mereka bisa saja lepas dari jeratan hukum di dunia tapi di akhirat bakal merasakan siksaan yang pedih di neraka, markas para angkara murka. Penyesalan itu bukan semata karena masuk nerakanya, melainkan demi melihat kenyataan bahwa andai mereka mau bersabar menempuh hanya jalan yang halal dalam mencari rezeki, toh mereka juga akan mendapatkan harta yang sama persis dengan yang mereka dapatkan dengan cara haram.

Tapi apa lacur, semua telah terlanjur, nasi sudah menjadi bubur, akhirat mereka sudah hancur, mereka dapatkan harta itu dengan cara yang ngawur, tak sabar menunggu di akhir umur, sehingga harta yang seharusnya membuat makmur malah menenggelamkan mereka ke neraka yang dalamnya tak terukur.

Jadi, perindahlah cara mencari rezeki dengan hanya menempuh yang halal dan meninggalkan yang haram, karena kalau dia memang rezeki kita, maka dia tak akan kemana.

Ust. Anshari Taslim

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Please support the site
By clicking any of these buttons you help our site to get better